Asops Kapolri: Amankan Pemilukada, Polisi ‘Haram’ Gunakan Senjata Api

Reporter :
Editor : Lucky

Aparat kepolisian mengamankan aksi unjuk rasa dalam simulasi di Makassar
Aparat kepolisian mengamankan aksi unjuk rasa dalam simulasi di Makassar

Online24, Makassar – Bercermin pada Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) pada beberapa tahun lalu, seringkali menimbulkan konflik yang mengakibatkan terjadinya kericuhan bagi massa yang tidak menerima dengan hasil perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kendati demikian, Asisten Operasi Kapolri, Irjen Pol Unggung Cahyono, menegaskan setiap pelaksanaan pengamanan unjuk rasa, pihak kepolisian tidak diperbolehkan untuk menggunakan senjata api.

“Protap Kapolri harus kita jalankan agar tidak terjadi kekeliruan dalam mengamankan daerah setiap pelaksanaan unjuk rasa,” kata Unggung Cahyono usai menyaksikan pelatihan simulasi pengamanan kota oleh Polrestabes Makassar di halaman belakang Trans Studio Mall, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Kamis (18/5/2017).

“Sejak dulu, Kapolri selalu menegaskan untuk tidak sekali-kali menggunakan senjata api dalam melakukan pengamanan unjuk rasa,” tambahnya.

Penggunaan senjata api, kata Unggung, terpaksa dilakukan jika berhadapan pada situasi genting seperti terjadi penjarahan dan pembakaran yang mengancam nyawa masyarakat dan anggota kepolisian.

“Penggunaan senjata harus sesuai dengan Protap Kapolri Nomor 1 Tahun 2010 Tentang Penanggulangan Anarki, itupun hanya sekedar melumpuhkan dengan sasaran kaki dan menggunakan peluru hampa dan peluru karet,” tutup Unggung Cahyono.(*)