Andi Nuzulia Ingin Pra Peradilan, Kajati Sulsel : Sudah Terlambat

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Kajati Sulsel, Jan S Maringka
Kajati Sulsel, Jan S Maringka

Online24, Makassar – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Jan S Maringka menanggapi pernyataan pengacara Andi Nuzulia beberapa waktu lalu. Dalam keterangan persnya beberapa waktu lalu, pengacara Andi Nuzulia, Azis Maskur, mengganggap penahanan dan penetapan status tersangka terhadap kliennya penuh dengan rekayasa.

Menurut Jan, statetment yang dikeluarkan oleh pengacara Andi Nuzulia tidak mendasar dan tidak perlu ditanggapi.

“Tidak perlu ditanggapi lah, kalau soal pembuktian tersangka kan nanti bisa dibuktikan di pengadilan,” ujarnya.

Sementara menanggapi rencana pra peradilan yang akan dilakukan oleh pihak Andi Nuzulia, Jan mengaku jika hal tersebut adalah hak mereka.

“Itu hak mereka. Harunya kan sudah dari dulu kalau praperadilan. Sekarang sudah terlambat, kita malah sudah mau limpahkan ke pengadilan,” ujarnya.

Pada Senin (15/5/2017) lalu, Aziz Maskur kepada beberapa awak media mengatakan ada banyak kejanggalan pada penetapan tersangka terhadap kliennya.

Tidak hanya itu, Aziz juga menilai bahwa pihak Kejati tidak mempunyai bukti kuat. Sebab data yang dipegang Kejati adalah data dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan(BPKP). Sementara yang berwenang untuk melakukan penilaian terhadap kasus korupsi adalah adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Saya rasa tidak ada masalah ya mau BPK ataupun BPKP. Karena selama ini bukti-bukti yang diberikan oleh BPKP juga tidak pernah dianulir,” terang Jan.

Andi Nuzulia adalah salah satu dari sembilan tersangka yang sudah ditetapkan oleh Kejati Sulsel. Dua orang diantaranya sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Makassar.

Akibat kasus ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp 317 Milyar.