23 Wanita di Luwu Jadi Korban, Peluru Bersarang di Dada Akhiri Kisah ‘Kolor Ijo’

Editor : Endhy
Jenazah Ikbal alias Si Kolor Ijo tewas ditembak polisi
Jenazah Ikbal alias Si Kolor Ijo tewas ditembak polisi

Online24, Makassar – Usai divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Malili, Luwu Timur, Agustus 2016 lalu, Iqbal Bala alias ‘Kolor Ijo’ (34) menjalani masa tahanan di Lembaga Permasyrakatan (Lapas) Klas I Makassar, di Jalan Sultan Alauddin, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Makassar.

‘Kolor Ijo’ merupakan terpidana mati atas kasus pembunuhan berencana dan penganiayaan berat terhadap 23 wanita di Kabupaten Luwu, beberapa tahun lalu. Namun, ditengah masa tahanan, ia bersama dua tahanan yang divonis penjara seumur hidup yaitu Muh Tahjrul Kilbareng (31) dan Rizal Budiman alias Ical (22) berhasil melarikan diri hanya dengan bermodalkan geregaji besi yang sampai saat ini masih diselidiki pihak kepolisian, Minggu (7/5/2017) lalu.

Pasca kaburnya ketiga tahanan tersebut, pihak kepolisian baik dari Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel membentuk tim khusus untuk mengejar ketiga DPO tersebut. Sepekan masa pengejaran, salah satu pelaku bernama Rizal Budiman alias Ical berhasil diamankan Satgas 2 Ops Tinombala, saat tengah beristirahat usai berjalan kaki ke arah Poso pesisir utara, usai turun dari mobil truk di pertigaan Ratulene, Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (14/5/2017) lalu.

Ditangkapnya Ical merupakan titik terang bagi pihak kepolisian untuk mengejar dua narapidana lainnya. Sampai pada akhirnya, keberadaan ‘Kolor Ijo’ tercium pihak kepolisian, ia dideteksi bersembunyi di dalam hutan sekitar lima jam perjalanan dari pusat Kota Malili.

Akhirnya, pelarian ‘Kolor Ijo’ berakhir setelah polisi menembaknya di kawasan hutan Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutanan, Luwu Timur, Kamis (18/5/2017).

“Rabu kemarin sudah kita temukan dan kita tembak, tapi dia (Kolor Ijo) berhasil kabur. Kemudian kita lakukan penyisiran dan Kamis pagi ‘Kolor Ijo’ kita temukan dalam keadaan tidak bernyawa,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel, Kombes Pol Erwin Zadma.

Lebih lanjut, kata Erwin, ‘Kolor Ijo’ diduga meninggal dunia akibat kehabisan darah usai tertembak aparat. Jenazah Iqbal berhasil ditemukan setelah aparat kepolisian mengikuti jejak darah yang berbekas di dasar hutan Kasintuwu.

Saat ini, jenazah ‘Kolor Ijo’ berada di RS Bhayangkara untuk didentifikasi oleh tim Lapas Gunung Sari Makassar, setelah dievakuasi di RS La Galigo Kecamatan Wotu, Luwu Timur.

Sementara itu, Kepala Lapas Klas I Makassar, Marasidin Siregar menyebutkan rencananya jenazah ‘Kolor Ijo’ akan diberikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya, di Dusun Kampung Baru, Desa Sido Agung, Kecamatan Kalanea, Kabupaten Luwu Timur.

“Pihak keluarga minta agar bisa memakamkan ‘Kolor Ijo’, dan kami akan memfasilitasi untuk itu,” singkatnya, Jumat (19/5/2017).

Sementara itu, tim khusus akan terus mengejar satu terpidana seumur hidup yaitu Muh Tahjrul Kilbareng (31).