Film “Angka Jadi Suara” Angkat Kisah Pelecahan Seksual Buruh Pabrik

Editor : ifan Ahmad

Pemutaran dan diskusi film
Pemutaran dan diskusi film "ANGKA JADI SUARA" yang dilangsungkan di Warkop 115 Toddopuli Kota Makassar, Minggu (21/05/2017).

Online24, Makassar – Menyikapi bentuk kekerasan seksual di kalangan buruh, Serikat Perempuan Indonesia (SRIKANDI) bekerjasama dengan Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) dan Perempuan Mahardhika menyelenggarakan pemutaran dan diskusi film “ANGKA JADI SUARA” yang dilangsungkan di Warkop 115, Toddopuli, Kota Makassar, Minggu (21/05/2017).

Film yang berdurasi 22 menit ini menceritakan tentang pelecehan seksual di pabrik-pabrik, di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta Utara.

Hal tersebut dituturkan oleh Ketua Srikandi, Tutty Muhammad, yang juga sebagai tim produksi Film tersebut.

“Ini sebuah penegasan sikap dimana semua buruh perempuan yang bekerja di pabrik itu, dianggap lemah, kami hanya ingin di pemutaran film ini orang-orang tahu bahwa tidak semua yang lemah itu bisa ditindas karena dianggap tidak mempunyai skill,” tuturnya.

Sementara itu, menurut Sekjen Perempuan Mahardika, Mutiara Ika, mengatakan dari angka pelecehan seksual itu tidak cukup kalau hanya diambil sebagai sampel tingkat kekerasan oleh pemerintah.

“Seharusnya pelecehan seksual di pabrik-pabrik itu bukan sebagai alat untuk mengukur dan dijadikan sebagai sampel, tapi ketika angka sudah siap disuarakan maka buruh akan siap untuk berjuang,” ungkapnya.

Film “Angka Jadi Suara” yang disutradarai Dian Septi Trisnanti merupakan hasil produksi Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) yang akan mengantarkan penonton pada sebuah cerita perjuangan yang bisa menjadi pertimbangan khalayak untuk mendukung korban pelecehan seksual.

Dalam pemutaran dan dialog film “Angka Jadi Suara” juga turut di hadiri oleh Asniati, yang merupakan Sekjen Gabungan Serikat Buruh.