Inggris Sebut Bom Bunuh Diri di Konser Ariana Grande Tewaskan 22 Orang

Editor : Endhy

Online24, Manchester – Jumlah korban akibat ledakan di konser penyanyi terkenal Amerika Serikat, Ariana Grande di Manchester, Inggris telah bertambah. Kepolisian Inggris menyatakan bahwa sebanyak 22 orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk beberapa anak-anak.

Menurut pernyataan kepolisian Inggris, ledakan di luar gedung Manchester Arena pada Senin (22/5/2017) malam waktu setempat tersebut merupakan aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria.

“Kami yakin, serangan semalam dilakukan oleh seorang pria. Sekarang kami hendak mengetahui apakah dia bertindak seorang diri atau sebagai bagian dari sebuah jaringan,” tutur Kepala Polisi Manchester, Ian Hopkins, Selasa (23/5/2017).

Menurutnya lagi, pelaku membawa bahan peledak yang diledakkannya di lokasi. Pelaku pun dipastikan tewas. “Si penyerang tewas di arena tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, beberapa pejabat senior Amerika Serikat mengungkapkan kepada NBC News soal bukti forensik di lokasi kejadian yang menguatkan keterlibatan pengebom bunuh diri dalam insiden mengejutkan ini.

“Termasuk sesosok mayat yang ditemukan di lokasi ledakan, yang mengindikasikan, ini serangan bom bunuh diri,” ujar pejabat senior Amerika Serikat yang enggan disebut namanya.

Pejabat penegak hukum Inggris maupun Amerika Serikat untuk saat ini meyakini bahwa mereka telah mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri. Akan tetapi, identitasnya belum dirilis ke publik.

Tidak hanya menewaskan 22 orang, dilaporkan juga sekitar 50 orang lainnya luka-luka akibat ledakan ini. Laporan awal menyebut beberapa korban tewas terinjak-injak saat kepanikan terjadi sesaat usai ledakan.

Ledakan itu terjadi sesaat setelah Ariana Grande menyelesaikan konser dan meninggalkan panggung. Titik ledakan dilaporkan ada di lorong pintu keluar Manchester Arena, bukan di dalam arena konser.- Jumlah korban akibat ledakan di konser penyanyi terkenal Amerika Serikat, Ariana Grande di Manchester, Inggris telah bertambah. Kepolisian Inggris menyatakan bahwa sebanyak 22 orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk beberapa anak-anak.

Menurut pernyataan kepolisian Inggris, ledakan di luar gedung Manchester Arena pada Senin (22/5/2017) malam waktu setempat tersebut merupakan aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria.

“Kami yakin pada tahap ini, serangan semalam dilakukan oleh seorang pria,” tutur Kepala Polisi Manchester, Ian Hopkins, Selasa (23/5/2017).

“Prioritasnya adalah mengetahui apakah dia bertindak seorang diri atau sebagai bagian dari sebuah jaringan,” tambahnya.

Menurutnya lagi, pelaku membawa bahan peledak yang diledakkannya di lokasi. Pelaku pun dipastikan tewas.

“Si penyerang, saya bisa konfirmasi, tewas di arena tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, beberapa pejabat senior Amerika Serikat mengungkapkan kepada NBC News soal bukti forensik di lokasi kejadian yang menguatkan keterlibatan pengebom bunuh diri dalam insiden mengejutkan ini.

“Termasuk sesosok mayat yang ditemukan di lokasi ledakan, yang mengindikasikan, ini serangan bom bunuh diri,” ujar pejabat senior Amerika Serikat yang enggan disebut namanya.

Pejabat penegak hukum Inggris maupun Amerika Serikat untuk saat ini meyakini bahwa mereka telah mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri. Akan tetapi, identitasnya belum dirilis ke publik.

Tidak hanya menewaskan 22 orang, dilaporkan juga sekitar 50 orang lainnya luka-luka akibat ledakan ini. Laporan awal menyebut beberapa korban tewas terinjak-injak saat kepanikan terjadi sesaat usai ledakan.

Ledakan itu terjadi sesaat setelah Ariana Grande menyelesaikan konser dan meninggalkan panggung. Titik ledakan dilaporkan ada di lorong pintu keluar Manchester Arena, bukan di dalam arena konser.