Gelandangan di Manchester Dijuluki Pahlawan Usai Tolong Korban Bom Konser Ariana Grande

Editor : Endhy

Online24, London – Stephen Jones, seorang pria yang merupakan gelandangan di Manchester, Inggris, menjadi sorotan media serta dijuluki pahlawan setelah menolong anak-anak yang terluka akibat ledakan bom usai konser Ariana Grande. Pria ini biasa tidur di luar Manchester Arena yang menjadi lokasi ledakan.

“Pertama, ada suara ledakan. Saya pikir itu semacam kembang api, dan kemudian terjadi ledakan besar,” kata Jones kepada media lokal Inggris, Rabu (24/5/2017).

“Saya merasakan hembusan angin kencang dan kemudian semua orang berteriak dan berlarian. Saya dan rekan saya berdiri dan kami mulai berlari. Tapi kami menyadari apa yang sedang terjadi, kami berlari ke arah berlawanan, dan semua wanita dan anak-anak berlari keluar dengan berlumuran darah,” imbuhnya.

Menurut kepolisian Manchester, ledakan di Manchester pada Senin (22/5/2017) malam itu dipicu bom bunuh diri. Pelaku diidentifikasi sebagai Salman Abedi (22), warga Inggris keturunan Libya. Dia tewas usai meledakkan diri.

Soal bom rakitan yang digunakan oleh Abedi belum dijelaskan oleh kepolisian. Namun Jones menyebut, dirinya melihat para korban mengalami luka-luka yang diyakininya disebabkan oleh hujaman banyak paku.

“Kita semua manusia, kita masih punya hati, kita masih memiliki insting untuk membantu orang-orang yang butuh bantuan dan itulah yang kita lakukan,” tutur Jones.

“Dan jelas, ketika kita melihat anak-anak dalam kondisi seperti itu, berlumuran darah, dan menarik paku keluar dari lengan dan sebagainya, dan ada beberapa paku di wajah salah satu anak perempuan. Mereka anak-anak, banyak anak-anak dengan darah melumuri mereka, mereka menangis dan berteriak. Jika saya tidak membantu, saya tidak akan bisa menjalani hidup setelah mengabaikan anak-anak seperti itu,” imbuhnya.

Terdapat sedikitnya 22 orang, termasuk anak-anak, tewas akibat ledakan ini. Sekitar 59 orang lainnya mengalami luka-luka. Kebanyakan penonton konser Ariana Grande merupakan anak-anak dan remaja putri, yang didampingi orangtua mereka.

“Kami menyeka darah dari banyak wajah anak-anak. Maksud saya, seorang anak kecil, dia berlumuran darah. Ibunya berteriak jadi beberapa orang mendatanginya, melepas kaos bocah kecil itu dan ternyata itu darah orang lain yang menempel padanya,” ucap Jones.

Selain itu, Jones juga menjelaskan bagaimana dirinya dan rekannya membantu mengangkat kaki seorang wanita yang mengalami pendarahan parah, sambil menunggu ambulans tiba. “Kami pikir dia akan kehabisan darah,” ujarnya.

Sementara itu, aksi heroik Jones ini menuai pujian. Bahkan seorang wanita setempat membuka rekening baru pada yayasan amal ‘Just Giving’ untuk Jones. Jumlah yang terkumpul langsung melejit hingga mencapai dua kali lipat dari target, US$ 560 (Rp 7,4 juta).

Aksi Jones ini juga menyoroti persoalan gelandangan yang marak di Manchester. Jones menyebut ada banyak gelandangan yang tidur di emperan Manchester Arena setiap malam.