16 Orang Ditahan Polisi Inggris Terkait Serangan Bom di Konser Ariana Grande

Editor : Endhy

Online24, London – Sedikitnya 16 orang telah ditahan di Inggris dan Libya terkait serangan bom bunuh diri yang terjadi di konser Ariana Grande, di Kota Manchester, Inggris.

Seorang wanita dan seorang remaja putra sempat ditangkap kepolisian Inggris pekan ini, akan tetapi kemudian dibebaskan tanpa dakwaan. Dengan demikian, hingga kini, Senin (29/5/2017) ada 14 orang yang ditahan kepolisian Inggris. Sedangkan di Libya, ayah dan saudara laki-laki dari pengebom bunuh diri, Salman Abedi, juga ditahan polisi.

Menurut laporan, Abedi baru kembali dari Libya hanya beberapa hari sebelum serangan bom di Manchester pada tanggal 22 Mei lalu. Sebanyak 22 orang tewas, termasuk 7 anak-anak di bawah usia 18 tahun dalam serangan bom bunuh diri tersebut. Kepolisian kini masih mencoba menyelidiki sejauh mana luasnya jaringan Abedi.

Sementara itu, otoritas Libya telah menangkap ayah Abedi, Ramadan dan adik laki-lakinya, Hashem, pekan lalu. Pejabat Libya mengatakan bahwa Hashem mengetahui rencana serangan Abedi di Manchester. Disebutkan bahwa kedua kakak-beradik itu merupakan anggota kelompok radikal ISIS, yang telah mengklaim serangan bom bunuh diri di Manchester tersebut.

Abedi yang berusia 22 tahun diketahui lahir di Manchester dari orangtua yang berasal dari Libya. Selain diketahui pernah pergi ke Libya, Abedi juga diketahui sempat transit di Istanbul, Turki dan Dusseldorf, Jerman, sebelum kembali ke Inggris untuk melakukan bom bunuh diri.

Diyakini Abedi meledakkan bom rakitan yang dibawanya ke Manchester Arena pada Senin (22/5/2017) malam waktu setempat. Ledakan besar melanda area itu sesaat setelah penyanyi pop terkenal Amerika Serikat (AS) Ariana Grande menyelesaikan konsernya. Ledakan itu juga menewaskan Abedi.

Dalam insiden tersebut, selain menewaskan 22 orang, sebanyak 59 orang lainnya luka-luka dalam serangan bom itu. Kebanyakan penonton konser Ariana Grande merupakan anak-anak dan remaja.