Pendiri UPRI Dukung Mahasiswa Lakukan Perlawanan Terkait Penyegelan Gedung Perkuliahan

Reporter :
Editor : Asri Muhammad
Pendiri UPRI dan Pembina YPTKD, Patri Abdullah (tengah)
Pendiri UPRI dan Pembina YPTKD, Patri Abdullah (tengah)

Online24, Makassar – Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) di Jalan Nipa Nipa, Makassar, Jumat (2/6/2017), yang menuntut kejelasan aktivitas perkuliahan mereka mengundang perhatian dari berbagai kalangan.

Tidak terkecuali dari salah satu pendiri UPRI, yang dulu bernama Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) Drs H Patri Abdullah, pendiri sekaligus pembina UPRI dan YPTKD ,turun tangan menanggapi konflik yang diakibatkan dualisme dipucuk pimpinan UPRI.

“Tolong supaya diberikan haknya itu mahasiswa. Dia disini masuk untuk belajar, bukan untuk berpolitik macam-macam. Saya katakan saya ini pendiri kampus yang masih hidup. Jadi wajar kalau saya pertahankan ini barang. Saya tidak punya kepentingan apa-apa,” ujarnya menggunakan pengeras suara.

Patri Abdullah meminta mahasiswa melakukan perlawanan jika ada pihak luar yang mencoba turut campur tangan di UPRI.

“Saya mau perguruan ini aman, jangan diganggu oleh kepentingan di luar. Jangan berlarut-larut seperti ini. Tidak benar kalau orang luar ikut campur tangan disini. Ayo lawan, silahkan pertahankan haknya. Kalau mati, mati sahid,” tegasnya.

Sebelumnya, massa berdemo menuntut agar rektor UPRI DR Hj Niniek Fariaty Lantara Ms dipecat. Mereka menilai rektornya itu tidak profesional menjalankan tugasnya sehingga berbuntut kepada penyegelan gedung perkuliahan Fakultas Teknik.