Baznas Berdayakan Peternak dan Pedagang Kambing Lokal

Editor : Asri Muhammad

Online24, Enrekang – Bulan Suci Ramadan adalah Bulan yang penuh Berkah. Hal ini juga dirasakan Cidin ( 40 ), seorang pedagang dan pengumpul kambing, warga Dusun Dea Kaju, Desa Kadinge Kecamatan Baraka.

Sejak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang meluncurkan Program pembagian ternak kambing bagi keluarga kurang mampu yang tersebar di Enrekang, Cidin dipercaya oleh Baznas sebagai salah satu pengumpul penyedia kambing hingga ke seluruh pelosok Desa.

Namun belakangan ini, Cidin yang sudah menjalani profesi ini selama 8 tahun mengatakan setelah program Baznas berjalan lancar, harga kambing ditingkat peternak melonjak naik.

Hal ini disampaikannya dalam pertemuan dengan pimpinan Baznas di kantor Baznas jalan Sultan hasanuddin No. 141 Enrekang, cidin sempat mengobrol lepas terkait kendala dalam pengadaan kambing.

“Untuk pengadaan kambing yang di adakan baznas sangat sulit, karena syaratnya harus terpenuhi dan harus di seleksi oleh tim dari Dinas peternakan, mulai dari tinggi, gigi dan umurnya dan ketika tidak terpenuhi maka tidak ada toleransi,” kata Cidin.

Cidin menuturkan, awalnya masih agak mendingan karena harga kambing masih sesuai dengan standar harga yang ada, tapi mungkin karena informasi beredar ke semua peternak akhirnya harga melonjak.”Ambilnya susah antarnya pun susah tapi begitulah perjuangan untuk menghidupi keluarga,” tambahnya.

Harga kambing yang dulunya berkisar 800 ribu sampai 1 juta, namun sekarang melonjak naik dari 1 juta hingga 1,5juta.

“Bagi kami, itu sangat positif, semangat kami ingin mengangkat ekonomi peternak. Terbukti peternak di untungkan, roda ekonomi peternak naik. Kemudian tidak ada pedagang yang monopoli, semua pedagang lokal kita berdayakan, silahkan bersaing secara sehat,” Kata Baharuddin, salah satu pengurus Baznas Enrekang.