Penyidik Polres Gowa Diduga Keliru Sampaikan Hasil Visum Bocah Korban Pancabulan

Editor : Lucky
Ilustrasi (online24jam.com)
Ilustrasi (online24jam.com)

Online24, Makassar – Keluarga korban pencabulan anak dibawa umur menyesalkan langkah penyidik Polres Gowa yang dikabarkan akan segera membebaskan Rustam Dg Taba (50), pelaku yang telah mencabuli SN (3), beberapa bulan lalu.

Kabar bebasnya Rustam seiring dengan hasil visum yang diterima penyidik dari Rumah Sakit Bhayangkara beberapa waktu lalu. Anehnya, hasil visum yang disampaikan penyidik kepada orang tua korban berbeda dengan pernyataan dokter yang memeriksa korban, Selasa (30/5/2017) lalu.

“Alasan penyidik tidak bisa meneruskan kasus tersebut karena hasil visumnya negatif. Padahal, pada saat visum dokter yang memeriksa anak saya (SN) mengatakan kalau anak saya memang positif mengalami robek pada bagian vagina,” jelas Saparuddin (36), ayah korban, saat ditemui di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sabtu (17/6/2017) malam.

Tak terima dengan hasil visum yang disampaikan penyidik, sehari kemudian orang tua korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk melihat hasil visum tersebut. Namun, pihak rumah sakit enggan untuk memberikan hasilnya dengan alasan harus didampingi penyidik.

“Saya ke RS tapi tidak di kasih lihat hasilnya. Jadi saya bilang kalau hasil yang keluar negatif, tapi dokter pernah bilang kalau positif. Pihak RS hanya bilang ada kekeliruan yang disampaikan oleh dokternya,” lanjutnya.

Kendati demikian, pihaknya hingga saat ini belum bertemu dengan dokter yang memeriksa korban. Iapun berharap agar penyidik tidak menutup-nutupi kasus tersebut sehingga pelaku bisa dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pasalnya, kejadian yang menimpa anaknya berdampak pada psikologi dan masa depan anaknya kelak.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Darwis Akib, saat dikonfirmasi via telepon seluler belum mau berkomentar banyak.

“Sampai sekarang pelaku masih kita tahan dan belum ada informasi akan dilepas. Tapi kalau memang pelaku bisa kita sidik kenapa harus dilepas,” kata Darwis.

Diketahui, pelaku yang juga merupakan tetangga korban di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, tega mencabuli korban sekitar 3 bulan lalu. Namun, tindakan pelaku baru terungkap saat korban mengadu ke ibunya. Kesal anaknya digagahi pelaku, keluarga lalu melaporkan ke polisi yang kemudian mengamankan pelaku di Polres Gowa, Selasa (30/5/2017) lalu.(*)

[fbcomments]