Foto: Baju Lebaran Ala ‘Bajiki’ Tumming dan Abu

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Dua aktor lokal Makassar, Tuming dan Abu berpose dengan mengenakan kaos Bajiki di Bajiki Store, Jalan Emmy Saelan, Makassar
Dua aktor lokal Makassar, Tuming dan Abu berpose dengan mengenakan kaos Bajiki di Bajiki Store, Jalan Emmy Saelan, Makassar

Online24, Makassar – Sudah menjadi tradisi di Indonesia, berbelanja pakaian baru menjelang datangnya hari lebaran di bulan Ramadan.

Menyambut hari kemenangan usai berpuasa sebulan lamanya, tidak sah rasanya bersilaturahmi ke rumah sanak keluarga maupun kerabat tanpa mengenakan pakaian yang serba baru. Tidak hanya baju muslim yang diburu para pembeli, baju kaos distro pun laris manis diincar, terutama di kalangan remaja.

Di Makassar, terdapat sebuah toko baju yang memproduksi kaos kreatif yang mengangkat konten lokal Bugis-Makassar. Nama brandnya adalah Bajiki yang terletak di Jalan Monumen Emmy Saelan Nomor 103 G Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini.

Bajiki sendiri adalah bahasa Bugis-Makassar yang artinya bagus mengandung makna filosofis baju brand Bajiki punya kualitas bagus. Toko baju kreatif ini sudah tidak asing lagi di telinga warga Makassar dan selalu menjadi salah satu tujuan kawula muda untuk berbelanja.

Dengan dua brand ambbassadornya, Tumming dan Abu, toko ini selalu kebanjiran pembeli tiap tahunnya. Keduanya merupakan aktor lokal yang tengah naik daun di Kota Anging Mammiri.

Desain-desain baju kaos Bajiki yang dirintis Ikhsan Tachir dan Yasser Budi Utomo sejak tahun 2012 ini, sangat kekinian dan juga mengangkat konten lokal Bugis-Makassar.

Saat Online24jam.com berkunjung ke toko Bajiki yang sekaligus menjadi tempat produksi, Selasa (20/6/2017) malam, atau seminggu jelang hari Idul Fitri 1438 Hijriah, kaos dengan kata-kata unik berkaitan dengan lebaran diserbu pembeli.

Ditemui di lokasi, Abu mengungkapkan pihaknya bahkan harus menambah karyawan dibagian produksi baju kaos Bajiki, karena permintaan melonjak drastis menjelang hari lebaran.

“Kalau di luar Ramadan, biasanya hanya 80 lembar kita produksi. Tapi H-20 lebaran mulaimi melonjak, bisa sampai 300 lembar perhari. Kalau dihitung-hitungki omsetnya sampai Rp 80-90 juta perhari,” kata Abu.

Abu melanjutkan, sampai saat ini pihaknya masih membeli bahan kaos dari Bandung. “Kita cetak sablonnya disini. Sementara kata-katanya itu ide dari teman-teman,” lanjutnya.

Abu dan duetnya, Tumming yang sering mengocok perut netizen melalui video blognya (vlog) di dunia maya membeberkan jika selain mengangkat konten lokal. Salah satu rahasia Bajiki mampu bersaing di industri tekstil kreatif adalah memasarkan produk melalui sosial media seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan Line.

“Ini awalnya usaha dijual dari teman ke temanji, kemudian kita promosikan di sosial media. Dihubungimi teman untuk jalan-jalan ke toko dan akhirnya jadi seperti ini sekarang,” bebernya.

Meski hanya 20 persen pembeli yang berbelanja online, namun promosi melalui sosial media dengan menggunakan figur yang digandrungi remaja seperti Tumming dan Abu hingga Ikram Noer yang memerankan Anca dalam film Uang Panai’ terbukti ampuh menarik minat pembeli.

Bagi Anda yang berminat memiliki baju kaos kreatif supaya tampil keren menyambut hari kemenangan, bisa melakukan pemesanan online di akun sosial media Bajiki atau mendatangi langsung ke tokonya.