Elektabilias Bro Rivai Masuk Tiga Besar, Ini Penjelasan Indo Politico

Reporter :
Editor : ifan Ahmad
 Indo Politico Institute merilis kekuatan lima bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan yang akan bertarung pada Pilgub 2018 mendatang.
Indo Politico Institute merilis kekuatan lima bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan yang akan bertarung pada Pilgub 2018 mendatang.

Online24, Makassar – Indo Politico Institute merilis kekuatan lima bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan yang akan bertarung pada Pilgub 2018 mendatang.

Dalam survei tersebut, Nurdin Abdullah (NA) merupakan kandidat yang memiliki pengaruh dan peluang dalam memenangkan pemilihan Gubernur mendatang.

Bahkan tingkat elektabilitas? NA sebesar 15,08 persen, disusul Ichsan Yasin Limpo 11,17 persen, Rivai Ras 9,08 persen, Nurdin Halid 9 persen, serta Agus AN 8,6 persen.

Direktur Indo Politico Institute, Abdul Azis, mengatakan bahwa survei yang dilakukan pada 1 Juni hingga 15 Juni 2017 melibatkan 1200 responden yang dilakukan pada 304 Kecamatan yang tersebar di 24 Kabupaten/Kota. Sementara Indo Politico Institute untuk margin of error sebesar 3-5 persen.

Bro Rivai yang sebelumnya tidak masuk dalam radar survei Poltracking justru mampu mengungguli Ketua Golkar Sulsel, Nurdin Halid dan Wakil Gubenur Sulsel, Agus Arifin Nu’Mang.

“Jika melihat dari hasil survei elektabilitas Rivai Ras, dia lebih tinggi ketimbang Nurdin Halid yang hanya 9 persen,” ujar Abdul Aziz saat ditemui di Hotel Condotel Hotel, Jalan Hos Cokrominoto, Kamis (22/6/2017).

Lebih lanjut, Abdul Azis menjelaskan sebab Bro Rivai tingkat elektabilitasnya hingga 9,8 persen, dikarenakan lebih dulu melakukan sosialisasi dengan memasang spanduk dan alat peraga disejumlah titik di Sulsel.

“Bro Rivai sudah lama dan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahkan terhitung dua tahun sudah sosialisasi,” tutup Abdul Azis.

Dalam diskusi tersebut dihadiri sejumlah pembicara diantaranya, akademisi Universitas Indonesia, Chusnul Mar’iyah, dari Unhas, Prof Indar Arifin, dan pengamat Universitas Bosowa, Arief Wicaksono.