Juku Kambu Khas Bugis, Makin Nikmat Disantap Dengan Buras

Editor : ifan Ahmad

 Ikan Kambu buatan Hj. Muhani yang terletak di Jalan Bangau, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. /ade
Ikan Kambu buatan Hj. Muhani yang terletak di Jalan Bangau, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. /ade

Online24, Pangkep – Setiap hari raya Idul Fitri ada yang tidak bisa lepas dari hidangan yang tersaji sesaat setelah bersalam-salaman di Kabupaten Pangkep, yakni ikan kambu khas Kabupaten Pangkep (Pangkajene’ dan Kepulauan), Sulawesi Selatan.

Makanan yang terbahan dasar ikan bandeng dan parutan kelapa ini ternyata selalu hadir menjadi makanan utama hingga saat Lebaran Idul Fitri 1438 H ini.

“Ikan kambu makanan khas beda dari yang lain, karena makanan ini hanya hadir pada bulan suci Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha,” ujar Hj. Muhani (72) pembuat ikan kambuh di Kabupaten Pangkep, Minggu (25/6/2017).

Pembuatan ikan kambuh sendiri biasanya memakan waktu hingga berjam-jam lamanya untuk mendapatkan cita rasa yang pas.

“Persiapkan ikan bandeng, kemudian pisahkan kulit dan isi dagingnya beserta tulangnya, lalu siapkan kelapa yang telah diparut yang nantinya akan diaduk menyatu dengan daging ikan bandeng,” jelasnya.

Adonan daging yang telah tercampur rempah-rempah kemudian dimasukkan ke dalam kulit yang masih berbentuk utuh yang kemudian akan di goreng.

“Sereh, lengkuas, kayu manis, bawang putih, bawang merah, pala, ketumbar, kelapa goreng, dan sedikit cengkeh, dan setiap rempahnya digoreng sebelum dicampur dengan daging yang telah dipisahkan kulitnya,” Hj. Muhani melugaskan.

Pemilihan kulit ikan bandeng sendiri karena kulitnya yang kuat untuk dijadikan pembungkus masakan yang telah ada sejak zaman penjajahan Belanda tersebut.

Makanan ikan kambu ini akan lebih nikmat bila disantap dengan buras dan gogos, dan makanan ini termasuk makanan yang telah hampir ditelan zaman. Bahkan, untuk perayaan hari raya saja, tidak semua orang kini bisa menikmati makanan khas bugis tersebut.