Jokowi Minta SYL dan Danny Tidak Berpuas Diri

Reporter :
Editor : ifan Ahmad
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (kiri), Ketua Dewan Koperasi Indonesia, Nurdin Halid (kedua kanan) dan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (kanan) melakukan pemukulan gendang saat pembukaan Hari Koperasi Nasional ke-70 di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (12/7/2017).
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (kiri), Ketua Dewan Koperasi Indonesia, Nurdin Halid (kedua kanan) dan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (kanan) melakukan pemukulan gendang saat pembukaan Hari Koperasi Nasional ke-70 di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (12/7/2017).

Online24, Makassar – Presiden RI, Joko Widodo memuji capaian Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo dan Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Danny Pomantho terkait capaian pertumbuhan ekonomi kuartal pertama Sulsel yang berada diatas rata-rata nasional.

Jokowi mengatakan, perekonomian Indonesia memang sedang tumbuh semakin baik dan semakin sehat. Termasuk daya saing dan investasi yang semakin meningkat di tambah inflasi yang semakin terjaga dan kini mencatatkan kesenjangan ekonomi yang diukur dengan gini rasio juga terus membaik diangka 0,394 persen.

Jokowi mengapresiasi pertumbuhan ekonomi di Sulsel maupun Makassar pada kuartal pertama tahun 2017 yang berada jauh diatas rata-rata nasional.

“Pertumbuhan ekonomi negara berada pada angka 5,02 persen. Kalau dibandingkan Sulsel 7,4 persen, Sulsel jauh lebih baik. Kalau dibandingkan lagi dengan Makassar dengan 7,9 persen, Makassar jauh lebih baik lagi,” ujarnya saat membawa sambutan pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70 di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (12/7/2017).

Menurut Jokowi, Sulsel maupun Makassar memang mampu menggerakkan roda perekonomian baik ditingkat usaha kecil menengah maupun koperasinya. Ekspor produk perikanan, mente, kopi, dan kakao dari Sulsel mampu menopang perokonomiam nasional.

Namun ia meminta SYL dan Danny tidak cepat berpuas diri atas capaian itu, karena tantangan perekonomian ke depan semakin sengit.

“Kita tidak boleh cepat berpuas diri. Persaingan antar negara sangat sengit sekarang ini. Situasi internasional pertumbuhannya tidak mengalami perbaikan. Dibandingkan dengam negara G20, Indonesia berada pada peringkat ketiga,” ujarnya.

“Tapi kita harus melihat kenyataan seperti kemiskinan dan ketimpangan sosial harus kita hadapi dengan segenap kekuatan dan sumber daya alam yang kita punyai,” tambahnya.