Andi Bunyamin Resmi Pimpin Prodi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pasca UMI

Reporter :
Editor : Lucky

Direktur Pascasarjana UMI, Prof Dr Basri Modding, menyerahkan SK kepada Dr Andi Bunyamin sebagai Ketua Program Studi Doktor Managemen Pendidikan Islam di Aula Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Jumat (14/7/2017).
Direktur Pascasarjana UMI, Prof Dr Basri Modding, menyerahkan SK kepada Dr Andi Bunyamin sebagai Ketua Program Studi Doktor Managemen Pendidikan Islam di Aula Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Jumat (14/7/2017).

Online24, Makassar – Dr Andi Bunyamin resmi menjabat Ketua Program Studi (Prodi) Doktor Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI). Bunyamin menggantikan almarhum Prof Dr Syarifuddin Gashal.

Penyerahan surat keputusan (SK) Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam dilaksanakan di gedung Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (14/7/2017) sore. Penyerahan SK ini dirangkaikan dengan pengajian rutin yang dibawakan oleh Ketua MUI Sulsel, AGH Sanusi Baco.

Direktur Program Pascasarjana UMI, Prof Dr Basri Modding, berharap Andi Bunyamin bisa meningkatkan akreditasi Prodi Doktor Manajemen Pendidikan Islam, naik satu tingkat sebelum wisuda bulan November 2017 nanti.

“Setelah penyerahan SK ini, tugas utama Bunyamin harus mempersiapkan diri, menyiapkan berkas-berkas yang ditinggalkan almarhum dan harus menyelesaikan akreditasi sebelum bulan 11 nanti. Karena kita akan menghasilkan lulusan bulan tersebut,” ujarnya.

Sebagai ketua prodi yang baru, Bunyamin siap meningkatkan akreditasi prodi Doktor Manajemen Pendidikan Islam menjadi B.

“Sesuai arahan Direktur Program Pascasarjana UMI, kita berharap bisa tingkatkan lagi yang sekarang masih C meningkat satu jenjang ke B. Ke depannya juga kita berusaha meningkatkan minat masyarakat untuk masuk ke prodi kami,” harapnya.

Saat ini, Pascasarjana UMI memiliki 14 program studi dan sudah 3 diantaranya mendapat akreditasi A. Ketiganya yakni prodi magister ilmu hukum, magister akuntansi, dan doktor ilmu manajemen.

“Ini suatu keluarbiasaan bahwa program doktor ilmu manajemen yang mendapat akreditasi A di luar pulau Jawa. Bagi yang belum mendapat A kita bekerja keras bersama-sama, dan yang sudah mendapatkan harus dipertahankan,” tambah Prof Basri Modding.(*)