KPPU Soroti Disparitas Harga Beras Dari Petani Ke Konsumen

Reporter :
Editor : ifan Ahmad
Ketua KPPU RI, Syarkawi Rauf,
Ketua KPPU RI, Syarkawi Rauf,

Online24, Makassar – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menyoroti disparitas atau perbedaan harga antara produsen / petani kepada konsumen.

“Untuk komoditas beras, saat ini kita menghadapi situasi kurang baik. Ada disparitas harga dari produsen dan harga ditingkat end user,” ujar ketua KPPU Pusat, Syarkawi Rauf, saat menghadiri Forum Jurnalis Persaingan Usaha Sulsel, Sabtu (15/7/2017).

Ia mengatakan ditingkat petani, harga jualnya hampir merata yakni antara Rp 7.000-7.500 per kilogramnya. Sementara di tingkat end user atau ditingkat konsumen, harganya mencapai Rp 10.500 per kilogramnya. Bahkan ada juga yang mencapai Rp 10.500 per liter.

“Kalau dilihat ada margin yang dinikmati oleh orang- orang yang ada di rantai distribusi, kurang lebih Rp 3.000. Kalau dikalikan dengan hasil panen kita yang mencapai 80 juta ton, Q1 ada Rp 186 triliun yang dinikmati oleh orang yang ditengah rantai distribusi,” ungkap Syarkawi.

Ia mengatakan, untuk itu KPPU akan fokus pada pengurangan margin yang ada di tengah – tengah rantai distribusi.

“Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, bagaimana caranya agar harga petani bisa menjual dengan harga relatif tinggi dan konsumen membeli ┬ádengan harga yang relatif murah. Untuk bisa mencapai hak itu, mau tidak mau yang ditengah ini yang jadi fokuskan,” pungkasnya.

Selain itu, Syarkawi mengatakan bahwa pihaknya juga akan melakukan atau masuk dalam tindakan hukum bila ada yang sengaja melakukan penimbunan dan juga membuat kesepakatan dengan karter sehingga harga beras menjadi tinggi.

Untuk itu pihaknya juga sudah melakukan kerja sama dengan Kementrian Perdagangan dan Polri.

“Saat ini kemendag sedang menggodok harga eceran tertinggi untuk beras. Kita tunggu saja. KPPU dengan Polri akan turut mengawasi implementasi putusan tersebut,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut, hadir juga Direktur Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Zainal Arifin Muchtar.