Program ‘Cholli’ Mahasiswa Unhas Kurangi Jumlah Sampah di Pulau Lae-Lae

Editor : Lucky

Online24, Makassar – Kebersihan lingkungan merupakan salah satu hal yang paling diutamakan di Indonesia. Tapi kenyataannya, di lapangan jauh dari harapan.

Seperti terlihat di Pulau Lea-lea, Kota Makassar. Jumlah sampah di salah satu pulau wisata itu terus mengalami peningkatan.

Salah satu faktor menumpuknya sampah di Pulau Lea-lea adalah limbah masyarakat Pulau Lae-Lae dan tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang tersedia di kawasan tersebut.

Berawal dari permasalahan tersebut memberikan inspirasi bagi empat mahasiswa Fakultas Hukum Unhas untuk memberikan solusi mengurangi sampah di pulau itu. Empat mahasiswa kreatif ini adalah Andi Rian Jubhari, Anugrah, Mirdawati, dan Windaryani

Mereka menyalurkan ide melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat oleh Kemenristekdikti dengan judul “Kegiatan Cholli (Creative Home Lae-lae Island): Sampah Berkurang Uang Bertambah”.

Menurut Kepala Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman, ide kreatif tersebut mendapat perhatian oleh Kemenristekdikti dengan lolosnya proposal memperoleh bantuan dana untuk menyelengarakan kegiatan dan berpeluang mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNas).

“Program ini dilaksanakan di Pulau Lae-Lae dan telah berjalan selama tiga bulan yang dibimbing oleh Amaliyah. Adapun tahapan yang telah dilalui yaitu workshop keterampilan, pembuatan karya, pameran, dan pemasaran,” ujarnya Ishaq Rahman.

Sedangkan, kegiatan pameran tersebut akan berlangsung di Anjungan Mandar Pantai Losari untuk memperkenalkan hasil-hasil karya yang telah dibuat oleh warga Pulau Lae-lae kepada masyarakat luas.

“Pada tahap ini, tim PKMM membagikan brosur kepada pengunjung dan melakukan pemasaran dari satu orang ke orang lain serta melalui media sosial,” bebernya.

Adapun hasil karya yang dibuat oleh masyarakat Pulau Lae-Lae yang akan dipamerkan berupa bros, bunga keladi, pohon pinus, tempat gelas, dan tempat tisu.

Melalui kegiatan ini, Ishaq berharap pemerintah Kota Makassar akan memberikan perhatian khusus untuk program Cholli, karena melalui kegiatan ini jumlah sampah di Pulau Lae-lae mengalami penurunan.

“Program ini diharapkan dapat mendapat perhatian pemerintah Kota Makassar sebagai salah satu solusi mengurangi jumlah sampah yang terdapat di Pulau Lae-lae dan menjadi sumber pendapatan baru bagi warga sekitar serta dapat menjadi stimulus bagi pulau-pulau sekitar untuk mengolah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis,” harapnya.(*/Ade)