Program Full Day School Disdikbud Sidrap Dinilai Tidak Efektif

Reporter :
Editor : Lucky

Asmawati Salam (kiri) berbincang dengan sejumlah wartawan di Warkop Sweetnes Pangkajene, Rabu (19/7/2017).
Asmawati Salam (kiri) berbincang dengan sejumlah wartawan di Warkop Sweetnes Pangkajene, Rabu (19/7/2017).

Online24, Sidrap – Kebijakan Full Day School (FDS) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidrap menuai keluhan dari sejumlah pihak, termasuk orang tua siswa.

Menanggapi hal itu, pemerhati pendidikan di Sidrap, Asmawati Salam, mengatakan bahwa keluhan masyarakat pada penerapan program Full Day School merupakan hal wajar mengingat program tersebut juga merupakan program baru.

Asma menilai, penerapan program FDS sebaiknya harus memperhatikan banyak faktor termasuk kesiapan infrastruktur.

“Sepertinya sekolah di Sidrap, dari segi  insfratruktur, untuk FDS belum begitu siap. Misalnya saja, soal toilet yang memadai, kantin sekolah, dan bagaimana kemampuan orang tua untuk menambah jajan biaya sekolah,” katanya, Rabu (19/7/2017).

Asma melanjutkan banyak keluhan yang ia dengan, orang tua murid khawatir dengan kondisi anaknya. Di mana anak-anak sepulang dari sekolah capek dan tidak bisa lagi bermain, anak-anak tidak mengaji, dan juga sekolah TPA bisa tutup.

“Anak-anak bisa jenuh karena terlalu lama di sekolah. Bahkan ada orang tua yang mau melakukan aksi mogok sekolah selama satu minggu,” ujar mantan koordinator USAID Prioritas Kabupaten Sidrap ini.

“Ada sepuluh hak anak yang harus kita berikan, salah satunya bermain. Dengan adanya program FDS ini apakah anak-anak bisa bergembira dengan program ini. Jadi menurut saya, program FDS itu belum efektif diberlakukan untuk saat ini,” tandasnya.(*)