Full Day School Dinilai Efektif Jaga Akfivitas Anak

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Aktivitas siswa dalam mengikuti Ekstrakurikuler di penerapan Full Day School.
Aktivitas siswa dalam mengikuti Ekstrakurikuler di penerapan Full Day School.

Online24, Sidrap – Sejumlah kalangan menyoroti penerapan lima hari sekolah, Senin hingga Jum’at dengan waktu belajar delapan jam sehari atau Full Day School (FDS) pada jenjang SD dan SMP di Kabupaten Sidrap.

Namun di sisi lain, banyak juga warga menilai penerapan full day school sangat efektif untuk menjaga aktifitas anak-anak hingga sore hari.

“Saya raya full day school ini cukup bagus. Bahkan bisa menjaga aktifitas anak-anak hingga sore hari, sehingga tidak lagi berkeluyuran saat pulang sekolah,” kata Erwin warga Pangkajene, Sidrap, Rabu (19/7/2017).

Ia mengakui, kalau hanya mendengar tanpa menyaksikan langsung kegiatan anak-anak di sekolah hingga sore hari memang sebagian warga pasti beranggapan full day school itu membebani anak.

“Tapi kalau secara pribadi saya perhatikan hal itu tidak bakalan membebani anak-anak. Justru sangat membantu orang tua untuk menjaga aktivitas anaknya hingga sore hari,” katanya.

Namun, kata dia, full day school memang perlu terus di sosialisasikan kepada masyarakat sehingga mereka paham akan manfaat dari program tersebut.

Sementara itu, pantauan di salah satu sekolah di Kecamatan Maritenggae, aktivitas belajar mengajar di dalam ruangan itu hanya sampai siang, selanjutnya istirahat sambil melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, dan palang merah. Bahkan ada yang belajar ngaji dan sholat.

Kepala SMPN 1 Tellu Limpoe, Sudirman, dalam sosialisasi full day school kepada orang tua siswa mengatakan, penerapan program itu lebih ke Pendidikan Penguatan Karakter (PPK) anak didik.

Program tersebut, katanya mengusung sedikitnya 20 kegiatan pembinaan ekstra karakter bagi anak di luar kelas.

“Ada 20 kegiatan ekstra yang ditawarkan kepada anak, salah satunya adalah mengaji bagi anak didik yang beragama Islam,” tandasnya.