Tambak Udang Milik JK di Laikang Disebut Masuk Kawasan Transmigrasi

Reporter :
Editor : Fahmi
Kawasan tambak udang milik Wapres Jusuf Kalla di Desa Laikang, Kecamatan Mangngarabombang
Kawasan tambak udang milik Wapres Jusuf Kalla di Desa Laikang, Kecamatan Mangngarabombang

Online24, Takalar – Polemik keberadaan lokasi transmigrasi di desa Laikang dan desa Punaga, Kecamatan Mangngarabombang seluas 3.806,25 Hektar yang diduga telah diperjual belikan memakan korban dan 4 orang telah ditersangkakan oleh Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, masing masing, Sekdes Laikang, Kepala Desa Laikang, Camat Mangngarabombang dan menyusul Bupati Takalar, H Burhanuddin Baharuddin.

Menyikapi kasus dugaan penjualan tanah Negara tersebut, H Imran Murshali, salah seorang aktivis di daerah ini angkat bicara. Menurutnya saat ini yang perlu diketahui dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulsel nomor 929/XI/Tahun 1999 tanggal 22 November 1999 yang menetapkan bahwa lokasi di Desa Laikang dan Desa Punaga 3.806,25 hektar sebagai pencadangan tanah untuk lokasi permukiman transmigrasi di Kabupaten Takalar.

“Kita harus tetap menjunjung tinggi dan menghormati setiap proses hukum yang berlaku, termasuk penetapan Bupati Takalar sebagai salah satu tersangka atas kebijakannya mengeluarkan ijin prinsip kepada investor yang akhirnya dianggap bermasalah dan melanggar hukum, karena berakibat pada dugaan timbulnya kerugian Negara lebih dari 10 miliar rupiah,” Urai H Imran Murshali, Minggu (23/7/2017).

H Imran Murshali mengungkapkan secara mendetail, jika melihat luasan kawasan pencadangan pemukiman transmigrasi yang tertuang dalam SK Gubernur tersebut, maka sudah di pastikan, seluruh daratan yang ada di Desa Laikang dan Desa Punaga adalah kawasan transmigrasi, termasuk tambak udang milik keluarga Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang ada di Desa Laikang.

“Sesuai SK Gubernur Sulsel, desa Laikang dan desa Punaga tersebut adalah lahan transmigrasi, dimana di salah satu desa ada lokasi tambak Wakil Presiden H Jusuf Kalla, berarti tambak milik Pak JK juga adalah lahan transmigrasi,” papar H Imran Murshali.

 

[fbcomments]