Direktorat Kesenian dan BPNP Gelar Inventarisasi Kesenian Indonesia

Reporter :
Editor : ifan Ahmad
Direktorat Kesenian bekerja sama demgan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNP) menggelar inventarisasi kesenian Indonesia. Acara ini digelar tanggal 25-26 Juli 2017 di hotel Grand Clarion Makassar.
Direktorat Kesenian bekerja sama demgan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNP) menggelar inventarisasi kesenian Indonesia. Acara ini digelar tanggal 25-26 Juli 2017 di hotel Grand Clarion Makassar.

Online24, Makassar – Direktorat Kesenian bekerja sama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNP) menggelar inventarisasi kesenian Indonesia. Acara ini digelar tanggal 25-26 Juli 2017 di hotel Grand Clarion Makassar.

Direktur kesenian Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Restu Gunawan, mengatakan acara tersebut diikuti oleh 55 peserta dari tiga daerah yaitu Makassar, Maluku, dan Papua.

“Acara ini diselenggarakan sebagai salah satu amanat undang-undang kemajuan kebudayaan. Jadi kita hadirkan pelaku dan penggiat kesenian. Mereka yang akan menginventarisasi berapa jumlah sanggar, pelaku kesenian dan usia pelaku kesenian yang ada di masing- masing daerah mereka,” ujar Restu.

Restu melanjutkan, sasaran dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan basis data mengenai SDM kebudayaan bidang kesenian dengan muatan kompetensi budaya yang dimilikinya.

“Dengan demikian dapat dipetakan ketersediaan dan kompetensi kebudayaan bidang kesenian di seluruh Indonesia,” ujarnya usai pembukaan acara, Selasa (25/7/2017) malam.

Sementara itu Kepala BPNP Sulawesi Selatan, Faisal, mengatakan di wilayah Makassar sendiri, ada 14 kecamatan yang akan didata. Pendataan dilakukan mulai dari seniman, pelukis, dan sanggar seni.

“Jadi nanti akan di data, di setiap kecamatan ada berapa sanggar, ada berapa penggerak kesenian, usia mereka dan juga pendidikan terakhir mereka. Sehingga nanti kita tahu, sanggar mana yang butuh dan layak mendapatkaan perrhatian,” ungkap Faisal.

“Dari data, ada maestro kesenian yang sudah tidak berkarya karena usia, dan sanggarnya juga sudah mulai tidak eksis lagi. Nah dengan adanya data tersebut, kita bisa menentukan langkah apa yang akan diambil. Yaitu dengan pembinaan dan regenerasi,” pungkasnya.