UKT Semester Akhir Tidak Merata, Mahasiswa UNM Tuntut Keadilan

Editor : Asri Muhammad

Sejumlah Mahasiswa yg tergabung dalam Lembaga Kemahasiswaan Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan unjuk rasa di depan Gedung Phinisi UNM, Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (27/7/2017). Dalam aksi tersebut, mereka menuntut agar pihak kampus memperjelas Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang masih berlaku bagi mahasiswa semester sembilan.
Sejumlah Mahasiswa yg tergabung dalam Lembaga Kemahasiswaan Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan unjuk rasa di depan Gedung Phinisi UNM, Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (27/7/2017). Dalam aksi tersebut, mereka menuntut agar pihak kampus memperjelas Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang masih berlaku bagi mahasiswa semester sembilan.

Online24, Makassar – Lembaga Kemahasiswaan Universitas Negeri Makassar, melakukan aksi unjuk rasa dengan melayangkan tuntutan untuk memperjelas Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang masih diberlakukan kepada mahasiswa yang telah menginjak semester sembilan dan semester tujuh untuk program Diploma.

Aksi yang berlangsung didepan Gedung Pinisi UNM, Jalan AP Pettarani, Kamis (27/7/2017) ini, juga sebagai bentuk penolakannya terhadap sejumlah kebijakan yang ditetapkan Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, yang masih memungut pembayaran terhadap mahasiswa yang menerima beasiswa bidikmisi.

“Kami menuntut untuk pihak kampus memberikan rekomendasi kepada menteri terkait surat nomor 3115/UN36/TU/2017 yang menyamaratakan UKT mahasiswa bidikmisi yang memasuki semester 9 dan mahasiswa UKT nol, yang dimana seharusnya mereka tidak dipungut biaya lagi. Karena seperti kita ketahui mereka adalah mahasiswa yang mendapatkan beasiswa karena kurang latar belakang perekonomian,” jelas Aswar, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FIP UNM.

Menanggapi hal tersebut, Rektor UNM Prof Dr Husain Syam mengatakan, bahwa UKT bukan hanya diterapkan di ‘Kampus Orange’, tapi kebijakan ini diterapkan di seluruh universitas negeri yang ada di Indonesia.

“UKT itukan merupakan isu nasional, dan bukan UNM saja yang menerapkan karena semua mahasiswa meminta turunkan biaya UKT dari semester 8 sampai 9 karena ini merupakan hasil dari rapat yang dilakukan menteri. Apabila dilanggar itu akan bisa menjadi temuan karena hal ini telah diketahui oleh Menteri Keuangan,” ujar Prof Dr Husain Syam.

Seperti yang diketahui, besaran nominal yang akan dibayar oleh mahasiswa yang menerima beasiswa bidikmisi yang hanya berlaku sampai semester delapan, sebesar satu juta rupiah per semesternya.