Begini Beda Guru di Mata Jusuf Kalla Zaman Dulu dan Sekarang

Reporter :
Editor : Asri Muhammad
Wakil Presiden, Jusuf Kalla (tengah) didampingi Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (kiri) dan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo (kanan) melakukan menekanan tombol saat acara peresmian Gedung JK e-Panrita di Kantor Dinas Pendidikan Sulsel, Makassar, Jumat (28/7/2017).
Wakil Presiden, Jusuf Kalla (tengah) didampingi Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (kiri) dan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo (kanan) melakukan menekanan tombol saat acara peresmian Gedung JK e-Panrita di Kantor Dinas Pendidikan Sulsel, Makassar, Jumat (28/7/2017).

Online24, Makassar – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menggelar kunjungan kerja di Makassar, Jumat (27/7/2017). Saat meresmikan aplikasi untuk mengontrol kinerja guru, JK e-Panrita di Kantor Disdik Sulsel, JK menceritakan beda guru zaman dulu dan sekarang.

Dikatakan JK, APBN yang dialokasikan pemerintah di sektor pendidikan saat ini yakni 20 persen, sangatlah besar dibandingkan saat ia masih bersekolah. Sehingga tidak ada alasan bagi guru yang sudah dijamin kesejahteraannya mencerdaskan siswa.

“Guru adalah PNS yang punya banyak tunjangan dan paling sejahterah diantara PNS yang lain. Dahulu persiapan guru katakanlah tidak terlalu baik karena mereka juga punya pekerjaan sambilan. Tapi sekarang dengan kesejahteraan lebih baik, guru harus fokus,” kata JK.

Selain itu, pola fikir guru sebelumnya, juga dikatakan JK, salah dalam mendidik siswa. “Kenapa mutu pendidikan kita rendah, karena semua yang ikut ujian kita luluskan jadi mereka malas belajar karena berfikiran kalau tidak belajar mereka tetap lulus. Oleh karena itu kita rubah,” ujarnya.

Terakhir, sistem pendidikan saat guru zaman dulu bisa mendisiplinkan siswanya dengan memberi hukuman fisik. Namun sekarang disampaikan JK sudah tidak boleh lagi.

“Kalau zaman dulu guru tidak boleh dibantah tapi sekarang murid bisa berdiskusi dengan gurunya. Dulu juga masih ada hukuman fisik, tapi sekarang kalau ada, mereka akan berurusan dengan polisi,” tambahnya.