Ribuan Siswa SMP se-Makassar Ikut Pendidikan Bela Negara

Editor : Asri Muhammad

 Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto meninjau peserta Pendidikan Bela Negara yang berlangsung di Lapangan Upacara Makodam XIV/Hasanuddin, Minggu (30/7/2017).
Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto meninjau peserta Pendidikan Bela Negara yang berlangsung di Lapangan Upacara Makodam XIV/Hasanuddin, Minggu (30/7/2017).

Online24, Makassar – Sebanyak 3.453 peserta dari siswa-siswi SMP mengikuti pembekalan Bela Negara se-Kota Makassar yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto di Lapangan Upacara Makodam XIV/Hasanuddin, Minggu (30/7/2017).

Danny Pomanto sapaan akrab Wali Kota Makassar ini mengatakan, bahwa tujuan dari bela negara ini adalah untuk menghindari sikap negatif dari Masa Orientasi Siswa (MOS) yang biasa dilakukan sekolah-sekolah menengah pertama.

“Jadi untuk menghindari dampak negatif dari MOS yang dilakukan sekolah masing-masing seperti bullying dan melakukan perpeloncoan yang memiliki kesan yang tidak baik. Sehingga, ini merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mencari yang terbaik untuk membangun negara yang kita cintai,” ujar Danny.

Selain itu, dalam kegiatan yang telah berlangsung selama dua tahun ini, DP juga berpesan kepada para siswa untuk terus belajar dengan giat agar mampu bersaing dengan negara-negara maju di dunia.

“Kita tidak jauh beda dengan orang Jepang, Korea, Jerman, dan negara lainnya. Karena yang membedakan kita dengan mereka selama ini adalah motivasi belajar dan usaha kita untuk belajar lebih keras. Karena pada dasarnya tidak ada orang bodoh, yang ada hanya orang malas bekerja, dab belajar asal-asalan,” ucapnya.

Senada dengan Danny, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar mengatakan, pentingnya bagi siswa untuk mengikuti pendidikan bela negara agar memperdalam pemahaman empat pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jadi jumlah seluruh peserta yang ikut 10.763 Siswa Jadi untuk kelas tiga yang telah menerima rapor juga akan mengikuti pendidikan bela negara dalam hal ini kita bermaksud agar mereka memahami simbol negara dan untuk meningkatkan jiwa kedisiplinan mereka, karena itu merupakan pernyataan sikap dengan komitmen kita yang selalu dimiliki,” ucapnya.

Katanya, dalam pendidikan bela negara ini setiap sekolah akan mengutus guru untuk mendampingi siswa yang diutus dan narasumbernya berasal dari Tentara Nasional Indonesia yang akan memberikan materi-materi bela negara.

Kegiatan yang berlangsung di lima tempat, yakni Makodam XIV/Hasanuddin, Yonif Raider 700/WYC, Yonkav 10/Serbu, Yongarmed 6-105/Tarik, Yonzipur 8/SMG rencananya akan ditutup pada sore hari, pukul 17.00 WITA.