Produk Olahan Camilan Bawang Merah Enrekang Diklaim Yang Pertama di Indonesia

Reporter :
Editor : ifan Ahmad
Enggus produsen kripik bawang Ebro Masalle.
Enggus produsen kripik bawang Ebro Masalle.

Online24, Enrekang – Untuk mengantisipasi anjloknya harga bawang merah, petani bawang Enggos Bro, Warga Kecamatan Masalle mulai melakukan inovasi membuat kripik bawang. Petani yang sudah 3 tahun berwirausaha itu karena keripik bawang yang multiguna, bisa jadi bumbu dapur dan bisa jadi makanan camilan. Enggus memulai usaha ini saat harga bawang merah anjlok sekitar lima yang lalu.

Pertama Enggus melakukan uji coba sebanyak 20 kilogram. Bawang ini kemudian diolah menjadi kripik. Yang istimewa dari produk ini karena Enggos membuatnya tanpa bahan pengawet dan pewarna. Kandungan minyak dibawah 1% karena setelah digoreng kemudian dikeringkan menggunakan Spiner. Kemasannya pun dibuat berlapis, lapisan dalam menggunakan plastik biasa dan kemasan luar menggunakan almunium voil. Dijamin sudah mendapat label Halal dari BPOM, dan sudah mendapat label dari Dinkes.

Enggos mengatakan pemasarannya saat ini sudah merambah keluar daerah seperti Kalimantan, Sulteng, pulau Jawa dan Sulawesi Selatan. Harganya sangat terjangkau yaitu 20 per 120 gr.

“Sayangnya di Enrekang masih langka. Alasan konsumen Enrekang adalah penghasil bawang sehingga konsumen beralasan banyak bawang dirumah dan mereka bisa buat sendiri,” kata Enggus.

Enggus menambahkan produknya ini sebenarnya akan dipasarkan di Enrekang jika ada kerjasama dengan pihak terkait terutama perindustrian dan perdagangan. Minimal menyiapkan tempat strategis yang dilalui oleh Wisatawan sepeti Swiss (Seputar Wilayah Sungai Saddang) dan Resting House.

Enggus berharap ini bisa terwujud mengingat produksi kripik bawang Ebro Masalle di Klaim oleh Enggus satu-satunya di Indonesia yang memproduksi bawang merah untuk jadi camilan keluarga.