Pemkab Sinjai dan BPJS Kesehatan Tindak Lanjuti Keluhan Warga

Reporter :
Editor : ifan Ahmad
Sekda Sinjai saat menggelar rapat dengan pihak BPJS Kesehatan. (Foto: Andi Arjuna)
Sekda Sinjai saat menggelar rapat dengan pihak BPJS Kesehatan. (Foto: Andi Arjuna)

Online24, Sinjai – Terkait keluhan warga mengenai pelayanan yang dilakukan pihak BPJS Kesehatan PBI yang secara tiba-tiba mennonaktifkan kartunya tanpa ada pemberitahuan, Dinas Sosial Kabupaten Sinjai, petugas TKSK, DPRD dan pemerintah kecamatan melakukan pertemuan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, H. Taiyeb A. Mappasere, mengundang pihak BPJS Kesehatan dan pihak terkait lainnya untuk membicarakan masalah tersebut, yang digelar diruang kerjanya, Selasa (8/8).

“Persoalan ini harus kita selesaikan jangan sampai masyarakat yang jadi korban. Dengan tindakan penonaktifan kartu terhadap masyarakat pemegang kartu tanpa ada pemberitahuan ini,” kata Taiyeb.

Dalam pertemuan tersebut, Taiyeb meminta kepada pihak BPJS Kesehatan untuk kembali mengaktifkan kembali kartu tersebut jika apabila situasinya masyarakat pemegang kartu tersebut dalam keadaan sakit atau sekarat.

“Kami pemerintah daerah agar pihak BPJS Kesehatan memberi kebijakan jika terjadi situasi darurat seperti itu. Masyarakat hanya melaporkan agar kartunya kembali diaktifkan,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut pihak BPJS Kesehatan bersama Pemkab Sinjai membuat surat pernyataan kebijakan bagi pemegang kartu BPJS PBI jika dalam keadaan darurat.

Sementara itu, menurut Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Bone, Sitti Umrah Nurdin, yang didampingi Kepala BPJS Kesehatan Sinjai, Jabbar, mengatakan bahwa penonaktifan sebanyak 5.577 pemilik kartu BPJS PBI APBN itu merupakan wewenang pusat.

“Kami pihak BPJS Kesehatan hanya menerima data peserta yang kartu di nonaktifkan yang datanya masuk dari pusat,” jelasnya.

Sementara diketahui sebelumnya pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) Kesehatan Kabupaten Sinjai kembali dikeluhkan warga.

Pasalnya, Mariani, warga Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, tiba-tiba kartu BPJS PBI APBN yang dimilikinya dinonaktifkan alias tidak berlaku lagi. Sementara anaknya yang mengalami penyakit pembekuan darah pada lengan tangan kanannya harus mendapatkan perawatan serius dengan jalan harus dioperasi karena diagnosa mengidap penyakit Lesi Hemoragik.