Investasi di Luwu Timur Meningkat 129 persen

Editor : Asri Muhammad

Online24, Luwu Timur – Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, diukur dengan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadi target penting yang harus dicapai. Disisi lain APBD yang dikelola pemerintah sangat terbatas sehingga perlu mendorong pelibatan pihak swasta dalam hal ini investor.

Hal tersebut dikatakan Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan Setdakab Luwu Timur Budiman, saat membuka kegiatan bimbingan teknis tata cara pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) berbasis online, kerjasama Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Selatan dengan DPMPTSP Luwu Timur di Aula Hotel Matano Sunrise, Rabu (09/08/2017).

Secara umum, kata Budiman, realisasi investasi Kabupaten Luwu Timur sampai triwulan I tahun ini untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp. 160.878.589.425 dengan jumlah 15 proyek. “Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 129 persen dari data triwulan yang sama tahun 2016,” jelasnya.

Sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA), mengalami sedikit penurunan sebesar 15.785.600 US dollar atau sekitar 66,67 persen dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya. Dengan melihat tren perkembangan realisasi penanaman modal, maka pemerintah Luwu Timur optimis target realisasi penanaman modal tahun 2017 sebesar Rp 425 Milyar bisa dicapai.

Kadis DPMPTSP Andi Muh Yamin mengatakan, pengisian LKPM online ini sudah beberapa dillakukan, namun perlu disegarkan kembali agar tidak mengalami kesalahan saat melakukan penginputan.

Menurut Yamin, investasi harus di dorong agar bisa meningkat hingga 20 persen. Pasalnya selama ini, kontribusi PDRB kawasan Indonesia Timur baru mencapai 12 persen sementara Indonesia Barat mencapai 88 persen. “Ini perlu kita genjot bersama agar investasi terus meningkat,” tambahnya.

Lanjutnya, Investasi di Sulsel sangat baik saat ini. Gairah investasi pada triwulan pertama tahun ini meningkat ke triwulan ke dua dengan kenaikan hampir mencapai 200 persen. “Jika dirinci, triwulan pertama tahun 2017 mencapai 2,9 trilyun, dan kembali meningkat ditriwulan ke dua mencapai 4,6 trilyun sehingga jika di total telah mencapai 7,5 trilyun dari target 9 trilyun tahun 2017 ini” katanya.

“Laporan LKPM yang masuk akan kami evaluasi untuk diketahui lebih lanjut sektor mana saja yang sedang bergairah dimasing2 daerah. Disisi lain data ini juga akan disebar kembali ke publik untuk menggairahkan sektor ekonomi bagi para investor,” katanya.

Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP Provinsi Sulsel, Indiani Ismu mengatakan bimtek pengisian Online ini diikuti sebanyak 50 orang dari Pengusaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) juga dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP Luwu, Luwu Utara, Tana Toraja, Toraja Utara, Kota Palopo dan Luwu Timur sebagai tuan rumah.

“Bimtek ini akan berlangsung selama satu hari penuh,” tutupnya.