Upaya Sabri Jadi Tahanan Kota Tak Diaminkan Majelis Hakim

Editor : Lucky
Muhammad Sabdi (pakai batik)
Muhammad Sabdi (pakai batik)

Online24, Makassar – Upaya penangguhan penahanan yang diajukan terdakwa kasus dugaan korupsi penyewaan lahan, Muhammad Sabri, ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Makassar.

Hakim ketua, Bonar Harianja, mengumumkan penolakan tersebut usai mendengar eksepsi atau nota keberatan yang dibacakan oleh Penasehat Hukum terdakwa, Yusuf Gunco, di ruang Sultan Hasanuddin, Rabu (9/8/2017).

Bonar dalam persidangan menjelaskan bahwa permohonan penangguhan penahanan terdakwa Sabri telah diterima. Namun hingga persidangan hari ini, Majelis Hakim belum menemukan kata sepakat untuk mengalihkan status tahanan Lapas menjadi tahanan kota.

“Kita terima permohonan, tapi sampai sekarang majelis belum ada kata sepakat untuk mengaminkan,” singkat Bonar sebelum meninggalkan ruang sidang.

Selain mengajukan permohonan penangguhan penahanan, Sabri juga sempat membacakan langsung surat jaminan yang dikeluarkan oleh Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto, sebagai atasan terdakwa, agar dipertimbangkan oleh Majelis Hakim untuk menerima permohonan tersebut.

Sementara itu, Yusuf Gunco selaku penasehat hukum menambahkan bahwa surat jaminan yang dikeluarkan oleh Walikota Makassar untuk kliennya, karena Sabri menduduki jabatan sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan Makassar yang merupakan jabatan penting di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

“Kita ajukan karena Pak Wali butuh Sabri. Dia kan Asisten I Bidang Pemerintahan,” singkat Yugo.(*)