Sidang Kasus Pengrusakan Gembok, Terdakwa Hadirkan Saksi Meringankan

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Pangkep – Sidang kasus pengerusakan gembok dilahan sendiri, dengan terdakwa 1 kelurga yakni Baharuddin Latif (65), istri (Nurlaela), anaknya (Sushanty Bahar) dan menantunya (Muhamad Aksa), kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pangkep, Rabu(9/8/2017). Sidang kali ini digelar dengan agenda mendengarkan saksi dari pihak terdakwa.

Dalam sidang ini, ada tiga orang yang diagendakan untuk beraksi. Namun, dua orang berhalangan hadir. Salah satu saksi, Halim mengatakan, sebelum dipagari seng oleh pelapor, di lahan tersebut sudah ada batu, pasir (bahan bangunan) untuk pembangunan usaha.

Halim juga mengatakan, sebelum terjadinya pemasangan pintu seng ,ia membantu Aksa dan Bahar mengamplas tembok di dalam kios.

Sementara itu, kuasa hukum Baharuddin, Ridwan mengatakan, dari keterangan saksi sudah jelas terlihat bahwa sebelum lahan milik Burhanudin dipagari oleh pelapor, sudah ada aktifitas di lahan tersebut.

“Tadi kan saksi mengatakan kalau sebelum dilahan itu dipasangi seng, sudah ada teman material untuk membangun,” ujar Ridwan.

Kasus tersebut bermula dari sengketa tanah antara Baharudin dan Rosliman (pelapor). Dalam sengketa tersebut, Baharuddin memenangkan gugatan perdata terhadap Rosliman. Namun, Rosliman tetap mengklaim tanah tersebut adalah miliknya. Rosliman kemudian memagari tanah tersebut dengan seng.

Merasa tanah tersebut adalah miliknya, maka Baharuddin, membongkar pagar seng yang memagari tanah tersebut.

“Bapak merusak gembok yang ada di pintu seng. Rusak nya cuma sedikit sekali, dan juga kan disitu tanah bapak sendiri. Saya tidak habis pikir merusak gembok di lahan sediri bisa dipidanakan,” ungkap anak Baharuddin, Fitri.

Fitri mengatakan, keluarganya justru sebagai korban kesewenang- wenangan. Sebab pihak Rosliman menyerobot tanah milik orang tuanya dengan cara memagari tanah tersebut.