Mantan Dirut Angkasa Pura Pernah Lolos Dari Jerat Hukum

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Gedung Kejati Sulselbar
Gedung Kejati Sulselbar

Online24, Makassar – Kejaksaan tinggi (Kejati) Sulsel beberapa  yang lalu melakukan pemeriksaan terhadap Dirut Angkasa Pura Periode 2010-2015 Tommy Soetomo. Tommy diperiksa selama 8 jam di lantai 5 kantor Kejati Sulsel.

Tommy diperiksa sebagai saksi karena dianggap mengetahui terkait soal adanya persetujuan pencairan dan perencanaan dalam proyek pembebasan lahan untuk perluasan lahan Bandara Sultan Hasanuddin, yang menelan anggaran hingga Rp 512 miliar.

Nama Tommy Soetomo bukan kali pertama ini disebut-sebut dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Beberapa tahun yang lalu ia bahkan pernah menyandang status tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lima unit kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) tahun anggaran 2011 sebesar Rp 63 miliar.

Tommy ditetapkan sebagai tersangka pada kasus tersebut pada tahun 2014, namun pada tahun 2015 Kejaksaan Agung (Kejagung) menerbitkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) terhadap kasus tersebut. Sehingga Tommy Soetomo terbebas dari jerat hukum.

Lama tak terdengar kabar soal Tommy usai keluarnya SP3 tersebut, pada tahun 2016 publik dikagetkan dengan kabar bahwa Tommy diangkat menjadi bendahara umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Dalam kasus dugaan korupsi perluasan lahan bandara sendiri, Tommy masih berstatus sebagai saksi.

Asisten Tindak Pidana khusus (Aspidsus), Tugas Utoto, beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya membidik tersangka baru dari Angkasa Pura I.

“Nanti hasilnya tunggu pemeriksaan. Semua direktur kita akan runut siapa yang terlibat. Bisa direktur lama atau direktur yang baru,” ujar Tugas Utoto, beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini sendiri Kejati sudah menetapkan sembilan orang tersangka. Satu diantaranya sudah divonis hukuman 7 tahun penjara dan sisanya masih menjalani persidangan.