Jelang Pilkada, Menristekdikti: Pengguna Ijazah Palsu Harus Dipenjarakan

Reporter :
Editor : ifan Ahmad
Menristekdikti, Prof Moh Nasir, saat mengunjungi peresmian gedung Pascasarjana Prodi Magister Manajemen Statistik Unifa, Kamis (10/8/2017). (foto Ade/Online24)
Menristekdikti, Prof Moh Nasir, saat mengunjungi peresmian gedung Pascasarjana Prodi Magister Manajemen Statistik Unifa, Kamis (10/8/2017). (foto Ade/Online24)

Online24, Makassar – Menjelang pemilihan kepala daerah serentak yang akan dilakukan 2018 mendatang, Kemenristekdikti rupanya telah mengantisipasi penggunaan ijazah palsu yang kadang menjadi masalah bagi para calon legislator untuk memuluskan langkahnya untuk mendapatkan tempat di kursi pemerintahan.

Tidak segan Menristekdikti, Prof Moh Nasir akan memberikan hukuman terberat bagi siapa pun yang berani memalsukan ijazah, apalagi digunakan sebagai kepentingan pribadi.

“Kalau ada yang menggunakan ijazah palsu harus dipenjara, karena telah diatur oleh undang-undang. Apalagi mendekati pilkada daerah. Paling tidak hukumannya harus digugurkan saat pencalonannya sebagai anggota legislator,” tegas Prof Nasir saat ditemui di Universitas Fajar, Kamis (10/8/2017).

Bahkan, untuk mempermudah mendeteksi oknum yang melakukan pemalsuan ijazah, Prof Nasir, mengatakan sangat senang telah melakukan kerja sama dengan beberapa instansi negara maupun aparat kepolisian.

“Dalam hal ini, kami sudah kerja sama dengan pihak kepolisian, panitia pemilihan umum, dan pihak Komisi Pemilihan Umum. Kalau memang bersalah harus diperiksa, dengan begitu saya sangat senang apalagi ditindak lanjut,” ungkapnya.

Seperti diketahui, beberapa kasus ijazah palsu telah menjerat beberapa tokoh legislator sebagai salah satu cara untuk menembus dunia politik. Dan untuk itu Menristekdikti berharap kejadian serupa tidak lagi mencoreng ranah perpolitikan tanah air. “Jangan sampai ada penggunaan ijazah palsu lagi,” singkat Menristekdikti Prof Moh Nasir.