Habibie Minta Masyarakat Indonesia Kedepankan Produk Dalam Negeri

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Presiden Republik Indonesia ke-3, Prof Ing BJ Habibie, sebagai bapak teknonologi Indonesia turut hadir pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di Kota Makassar, Kamis (10/8/2017).
Presiden Republik Indonesia ke-3, Prof Ing BJ Habibie, sebagai bapak teknonologi Indonesia turut hadir pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di Kota Makassar, Kamis (10/8/2017).

Online24, Makassar – Presiden Republik Indonesia ke-3, Prof Ing BJ Habibie, sebagai bapak teknonologi Indonesia turut hadir pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di Kota Makassar, Kamis (10/8/2017).

Dengan senyumnya yang khas, ia duduk di bangku paling depan pada puncak peringatan Hakteknas yang dibuka oleh Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla. Termasuk ia berkesempatan melihat sejumlah produk-produk inovasi anak bangsa yang dipamerkan dalam RItech Expo.

Sebagai orang yang memberi inspirasi lahirnya Hakteknas saat meluncurkan N-25 Gatot Kaca, 10 Agustus 1995, Habibie selalu bangga dengan produk dalam negeri, dan itu sebagai penanda kebangkitan teknologi Indonesia.

“Hari kebangkitan teknologi nasional, saya bilang terus terang saja, performnya, karya-karyanya nyata itu, sangat mengagumkan, dalam spektrumnya yang lebar,” ujar Habibie.

Dengan demikian, lanjut Habibie, yang dibutuhkan saat ini adalah dana, agar teknologi yang sudah ada, supaya bisa dikembangkan.

Setelah 22 tahun, Habibie menyebut perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dalam negeri cukup pesat. Itu  terlihat dari munculnya beragam karya inovasi nyata yang sangat membantu di kehidupan masyarakat.

“Karya-karya nyata itu sangat membantu dalam spektrum yang lebar. Ada informasai, telekomunikasi, kesehtan, pertanian, biologi, kerajinan, semuanya,” kata Habibie kepada wartawan.

Menurut Habibie, teknologi karya anak bangsa masih bisa dipacu lebih pesat. Dengan syarat, semua orang Indonesia mendukung penuh. Cukup dengan cara sederhana, yakni menggunakan produk karya cipta dalam negeri.

“Saya minta kepada siapa pun, di mana pun berada. Orientasi pada produk dalam negeri membantu bangsa Indonesia semakin unggul,” ujarnya.

Menggunakan produk dalam negeri, kata Habibie, sama saja mendorong percepatan inovasi teknologi. Sebab uang yang digunakan membeli, misalnya, dapat dimanfaatkan oleh para ilmuwan maupun praktisi teknologi. Baik untuk keperluan riset dan pengembangan inovasi lebih lanjut.

“Yang mereka butuhkan sekarang dana supaya berkembang. Kalau kita beli produk dalam negeri, mereka menjadi unggul. Negara pun punya anggaran lumayan dari pajak. Apalagi itu didapatkan dari sumber daya manusia terbarukan,” pungkas Habibie.