Terlibat Pungli, Pegawai DTRB Kota Makassar Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Editor : Asri Muhammad
Tim Saber Pungli Polrestabes Makassar mengamankan Kepala Seksi Pengawas dan Pengaduan Dinas Tata Ruang Kota Makassar yang menjadi tersangka kasus pungli saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kamis (10/8/2017) lalu.
Tim Saber Pungli Polrestabes Makassar mengamankan Kepala Seksi Pengawas dan Pengaduan Dinas Tata Ruang Kota Makassar yang menjadi tersangka kasus pungli saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kamis (10/8/2017) lalu.

Online24, Makassar – Akibat tertangkap tangan oleh Tim Saber Pungli Polrestabes Makassar, Andi Agung Syaputra (30), Kepala Seksi Pengawasan dan Pengaduan Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kota Makassar, terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun. Pasalnya, Agung terbukti melanggar Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.

“Tersangka dijerat PasalĀ 11 dan 12 UU 20 Tahun 2001 Tentang Tipikor dengan ancaman hukuman minimal 4 Tahun dan Maksimal 20 Tahun,” kata Wakapolrestabes Makassar AKBP Hotman Sirait, saat menggelar rilis di Polrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kamis (10/8/2017).

Agung dibekuk Tim Saber Pungli saat melakukan transaksi bersama korban berinisial R, di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

R dijanjikan akan diberikan kebijakan perubahan perijinan dari ruko menjadi restoran dan toko, dengan uang imbalan Rp 15 juta.

Saat ditanya terkait adanya keterlibatan pihak lain, Hotman mengaku masih melakukan penyelidikan. Pasalnya, tersangka baru beberapa jam lalu dibekuk Tim Saber Pungli.

“Kita lihat bagaimana penyidik Tipikor Polrestabes Makassar menggali lebih dalam,” singkatnya.

Sementara itu, Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan Subhan Joer, menyebut Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kota Makassar, merupakan salah satu instansi yang marak terjadi pungutan liar.

“Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Makassar paling banyak pengaduannya masuk di Ombudsman. Kita ingin memberikan efek jera kepada oknum terkait karena disana memang terjadi hal seperti ini,” ujar Subhan.