Polda Sulsel Sidik Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan MAN Insan Cendikia di Kabupaten Gowa

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Online24, Makassar – Penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Sulsel, resmi menaikkan status kasus dugaan korupsi Pembangunan Asrama Putra Putri Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insani Cendikia yang terletak di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, dari status penyelidikan menjadi penyidikan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Ditreskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, saat ditemui di Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar, Kamis (10/8/2017).

“Kita baru-baru sudah gelar, kasus MAN IC di Gowa naik sidik, sudah cukup 2 alat bukti dan itu sudah memenuhi proses penyidikan,” singkatnya.

Pembangunan infrastruktur yang menelan anggaran APBN Tahun 2015 sebesar Rp 8 Milyar, ternyata tidak memenuhi syarat yang ditentukan. Hal tersebut terbukti setelah melibatkan ahli konstruksi dari Universitas Hasanuddin Makassar, dengan melakukan periksaan fisik pertengahan Juli 2017 lalu.

“Itu kan program berkelanjutan dari anggaran APBN?, tapi tidak bisa dilanjutkan karena gedung itu tidak bisa dipakai,” lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan, diduga terjadi kekeliruan, pasalnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam hal ini Andi Zainal dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menandatangani berita acara pembayaran sebesar 100 persen, padahal sejatinya pembangunan tersebut baru rampung sekitar 75 persen.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Wahid Tahir saat dikonfirmasi via telepon seluler mengaku tidak menduga kalau proyek tersebut ditemukan penyelewengan pada akhirnya.

“Saya tidak tahu kalau akhirnya ada penyelewengan, saya serahkan semuanya ke penyidik. Saya juga tidak tahu kalau pembangunan tersebut belum rampung 100 persen, tapi rekanan janji akan menggaransi untuk permasalahan yang timbul setelah pembangunan tersebut. Dia (rekanan) juga sudah mengembalikan uang sebesar Rp 100 juta kepada PPK,” ungkap Wahid.