Warga Kompleks Unhas Kembali Segel Pembangunan Gedung Sekolah Islam Terpadu Ibnu Sina

Editor : Lucky
Warga tolak pembangunan sekolah Ibnu Sina
Warga tolak pembangunan sekolah Ibnu Sina

Online24, Makassar – Warga Kompleks Unhas kembali menyegel pembangunan gedung Sekolah Islam Terpadu Ibnu Sina, di Jalan Sunu Kompleks Unhas, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Jumat (11/8/2017).

Kali ini, warga geram dengan tindakan yang dilakukan pemilik sekolah Qayyum Munarka lantaran dinilai tidak menghargai proses hukum. Pasalnya, pihak terlapor tidak diperbolehkan melanjutkan pembangunan sampai keluar putusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Akhir bulan lalu kita segel tapi beberapa hari kemudian mereka kembali melanjutkan pembangunan. Padahal inikan sudah di proses oleh PTUN, dan syaratnya nanti keluar putusan dari PTUN baru bisa diputuskan apakah dilanjutkan atau diberhentikan,” jelas Kasman, Ketua RW 03, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Kasman bahkan menyebut pembangunan gedung sekolah tersebut sudah berlangsung jauh hari sebelum diterbitkannya surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kota Makassar.

“Sejak Februari dia sudah melakukan pembangunan, padahal IMB baru keluar sejak Mei 2017,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan adanya upaya pembohongan publik yang dilakukan oleh pihak pemilik sekolah kepada warga. Pasalnya, dari ijin pembangunan yang diajukan kepada tetangga tidak sesuai dengan surat IMB yang keluar.

Saat ini, warga masih terus melakukan upaya agar pembangunan sekolah yang telah merusak beberapa bangunan? disekitarnya dihentikan. Selain melakukan upaya pengajuan ke PTUN, warga juga sudah berkomunikasi dengan pihak pemerintah kota Makassar dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.

“Senin depan kita ada pertemuan dengan anggota DPRD untuk membahas soal ini. Kita juga sudah ketemu dengan pihak pemerintah kota, tapi pihak pemerintah hanya menyarankan untuk menunggu putusan PTUN,” jelasnya.

Rencana pembangunan gedung sekolah berlantai lima tersebut bahkan diduga kuat terjadi mala administrasi yang dilakukan oleh pihak tertentu.

“Kita juga sudah melaporkan ke ombudsman, dan ombudsman juga menilai ada Mala administrasi, sebab belum ada analisis mengenai dampak lingkungan lalu lintas tapi IMB sudah keluar,” tutupnya.(*)