Sekda Sinjai Kritik Alat Peraga Bakal Calon Bupati yang Penuhi Pohon

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Sekda Sinjai dan bakal calon bupati sinjai dalam kegiatan dialog publik yang digelar oleh BLH Sinjai Bersatu.
Sekda Sinjai dan bakal calon bupati sinjai dalam kegiatan dialog publik yang digelar oleh BLH Sinjai Bersatu.

Online24, Sinjai – Dalam dialog publik yang digelar oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sinjai Bersatu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai H Taiyeb A Mappasere, mengkritik sekaligus meminta kepada pihak bakal calon untuk tidak memasang alat peraga calon bupati di pohon dengan cara di paku.

Hal tersebut diungkapkan Sekda Sinjai, dihadapan tamu undangan dalam kegiatan dialog publik tersebut yang digelar di Gedung Pertemuan Sinjai, Sabtu (12/8/2017).

Dikonfirmasi melalui via telepon terkait kritikan tersebut, yhang dianggap berpengaruh sehingga Kabupaten Sinjai tidak masuk dalam kategori penilaian adipura tahun ini. Taiyeb mengatakan, pasti hal tersebut berpengaruh karena kebersihan atau program ramah lingkungan termasuk dalam penilaian. Namun pihaknya tidak melihat dari segi itu, tetapi yang perlu kita lihat dari segi kepedulian kita terhadap keramahan lingkungan.

“Pemasangan alat peraga di pohon seperti itu tentunya tidak ramah terhadap lingkungan, karena jika pohon yang di paku itu mati tentu lingkungan akan tidak nyaman. Intinya saya tidak fokus ke piala adipura, saya fokus ke kepedulian kita terhadap lingkungan. Itu saja,” jelas Taiyeb, Sabtu (12/8/2017).

Taiyeb menekankan sekaligus mengingatkan, untuk tidak lagi melakukan pemasangan alat peraga di pohon dengan cara di paku, kami harapkan kepada seluruh bakal calon maupun relawan untuk bersama-sama untuk peduli dan ramah terhadap lingkungan.

Sementara diketahui, daftar penghargaan Adipura tahun 2017 telah diumumkan. Untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, enam kabupaten kota yang berhasil meraih nilai tertinggi dan berhak mendapat Piala Adipura 2017.

Enam daerah tersebut antara lain, Kota Makassar untuk kategori metropolitan, dan lima kabupaten lainnya untuk kategori kota kecil, yaitu Kabupaten Maros, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Wajo, Kabupaten Sidenreng Rappang, dan Kabupaten Pinrang.