Muspida dan Paskibra Nobar Film Dokumenter Perjuangan Laskar Ganggawa Sidrap

Reporter :
Editor : ifan Ahmad
Suasana Muspida dan Paskibra Nobar Film Dokumenter Perjuangan Laskar Ganggawa Sidrap. (Foto Asmar Pattawe/Online24)
Suasana Muspida dan Paskibra Nobar Film Dokumenter Perjuangan Laskar Ganggawa Sidrap. (Foto Asmar Pattawe/Online24)

Online24, Sidrap – Ada banyak cara memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus tahun ini. Salah-satunya yang dilakukan sejumlah jurnalis di Sidrap.

Para jurnalis di daerah ini, bekerjasama dengan Polres Sidrap, membuat sebuah film dokumenter yang menceritakan perjuangan Laskar Ganggawa pimpinan Andi Cammi di masa mempertahankan kemerdekaan.

Film yang mengambil lokasi syuting di beberapa monumen sampai taman makam ini, diputar dan dinonton bareng oleh Sekda Sidrap, Sudirman Bungi, unsur Muspida, pejabat majelis Pemkab Sidrap, dan pasukan pengibar bendera pusaka, di lobi kantor Bupati Sidrap, Rabu malam (16/8/2017).

Sutradara film dokumenter Laskar Ganggawa, Syafruddin Wela, mengatakan film berdurasi 15 menit ini, merupakan cara para jurnalis di Sidrap untuk mengisi kemerdekaan, sekaligus sebagai penghargaan terhadap jasa-jasa pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raga untuk kemerdekaan RI.

“Kami memilih cerita perjuangan Laskar Ganggawa ini, mengingat banyaknya bukti sejarah yang nyaris terlupakan para generasi muda sekarang,” katanya.

Bukti-bukti sejarah, berupa monumen, taman makam, hingga bunker-bunker yang ditemukan adalah saksi keberadaan kesatuan Laskar Ganggawa ini.

“Di momen kemerdekaan ini, kami ingin mengangkat kembali sejarah perjuangan para pejuang laskar ganggawa. Kami akui, film pendek ini masih jauh dari kesempurnaan, tapi semoga bisa memberi inspirasi bagi kita semua, terutama para generasi muda untuk mengingat para pahlawan kita,” tandasnya.

Kapolres Sidrap, AKBP Witarsa Aji, yang terlibat langsung dalam pembuatan film ini, mengapresiasi karya para jurnalis di Sidrap.

“Kita harus jujur, banyak bukti sejarah yang nyaris terlupakan. Padahal, keberadaan monumen itu pertanda adanya perjuangan dari para pahlawan kita,” ujarnya.

Witarsa mengakui, ketika berkunjung di monumen dan taman makam, ia turut merasakan perlawanan, bahkan situasi batin para pejuang saat perang melawan penjajah saat itu.

“Sekali lagi, terima kasih atas karya teman-teman jurnalis. Film dokumenter ini adalah produk yang luar biasa,” tutupnya.