Kehadiran Burung Hantu di PKM 2017 Menarik Perhatian Pengunjung

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Seorang pengunjung bermain dengan burung hantu di stand Makassar Owl Community (MOC) saat Pesta Komunitas Makassar (PKM) 2017 di Benteng Fort Rotterdam, Makassar, Sabtu (19/8/2017). Sebanyak 300 Komunitas yang ada di Kota Makassar turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Seorang pengunjung bermain dengan burung hantu di stand Makassar Owl Community (MOC) saat Pesta Komunitas Makassar (PKM) 2017 di Benteng Fort Rotterdam, Makassar, Sabtu (19/8/2017). Sebanyak 300 Komunitas yang ada di Kota Makassar turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Online24, Makassar – Pesta Komunitas Makassar 2017 yang berlangsung di Benteng Fort Rotterdam, Sabtu (19/8/2017) dihadiri 300 komunitas seKota Makassar.

Tidak hanya sekadar ikut serta, melainkan para komunitas juga menampilkan dan memamerkan karyanya untuk menarik perhatian pengunjung.

Salah satunya adalah Komunitas Makassar Owl Community (MOC). Komunitas pecinta burung hantu yang berdiri sejak 2 tahun lalu, berhasil menarik perhatian para pengunjung dengan memamerkan berbagai jenis burung hantu.

Seorang pengunjung bermain dengan burung hantu di stand Makassar Owl Community (MOC) saat Pesta Komunitas Makassar (PKM) 2017 di Benteng Fort Rotterdam, Makassar, Sabtu (19/8/2017).

“Burung hantu ini kan merupakan hewan yang jarang kita temui karena aktif pada malam hari saja. Jadi, pengunjung bisa lihat langsung burung hantu ini. Terbukti banyak pengunjung yang dimanjakan dengan hadirnya burung ini,” ungkap Mandala, Pendiri MOC.

Komunitas MOC yang saat ini beranggotakan 26 orang, selain menarik perhatian pengunjung, tetapi juga memberikan pemahaman kepada pengunjung tentang burung hantu.

“Selain menarik perhatian, kami juga berbagi ilmu bagaimana cara pemeliharan burung hantu yang benar, jenis-jenisnya sendiri dan sebagainya. Dengan harapan memperkenalkan juga komunitas kami, sekaligus untuk melebarkan sayap. Siapa tahu jumlah anggota kami bertambah,” ungkapnya.

Sementara itu, Winda, salah seorang pengunjung mengatakan ketertarikannya terhadap hewan yang aktif di malam hari ini, dimana sebelumnya ia takut terhadap burung hantu karena wajahnya yang terlihat seram.

“Tertarik saja, liat mukanya yang seram, tapi pas kepalanya dipegang sedikit geli karena takut. Tapi ternyata burung hantu ini jinak juga,” ucapnya.