Tower PLTB Sidrap Tiba di Pelabuhan Parepare

Editor : ifan Ahmad

Tower PLTB Sidrap tiba di Pelabuhan Parepare
Tower PLTB Sidrap tiba di Pelabuhan Parepare

Online24, Parepare – Sebanyak enam tiang tower kincir Pembangit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap diangkut dari Pelabuhan Nusantara Parepare menuju lokasi pembangunan PLTB Sidrap, di perbukitan Pabbaresseng, Desa Mattirotasi Lainungan, Kecamatan Watangpulu, Sabtu (19/8/2017) dinihari.

Adapun alat-alat yang pertama diangkut itu tower sepanjang 80 meter selanjutnya Generator Setting dengan berat netto 106 ton dan materi blok sepanjang 60 meter.

Pengguna jalan umum antar provinsi yang akan bepergian dari dan sebaliknya, yakni poros Makassar, Palopo, Toraja, Parepare, Sidrap pun siap-siap akan pindah jalur.

Pasalnya Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Sidrap telah merekayasa jalur-jalur yang akan dilalui alat-alat milik Perusahan Listrik Tenaga Bayu (PLTB) seperti tower, baling-baling, dan generator setting (genset).

Kasat Lantas Polres Sidrap, AKP Muhdar, Jumat (18/8/2017) lalu, mengatakan sebanyak 35 personil akan ditempatkan menjaga titik-titik jalur yang akan dilalui sepanjang 10 kilometer tersebut.

“Sejumlah jalur-jalur akan kami sterilkan dan tutup penuh. Seperti arah poros Makassar-Parepare-Wajo-Toraja itu akan ditutup dan dialihkan ke Pinrang. Begitupun sebaliknya pengguna jalan akan kita arahkan ke arah Pinrang sebagai jalur alternatif. Kita sudah koordinasi Satlantas Polres Parepare,” ungkap Muhdar.

Untuk sistem pengawalan mobil truk pengangkut semua material komponen PLTB Mattirotasi ini, ada 4 personil akan mengawal 1 mobil truk tonase sepanjang 35 meter tersebut.

Adapun satu kali pengangkutan itu, tiga unit truk diberangkatkan. Sistem pengangkutan itu sendiri sudah akan dimulai selama dua hari yakni Sabtu-Minggu (19-20/8/2017) dengan membutuhkan waktu dua hingga empat jam pengawalan hingga ke tujuan akhir.

“Satu mobil tonase pengangkut komponen itu dikawal 4 personil masing-masing 2 Patwal mobil dan 2 patwal motor,” katanya.

 

“Estimasi rekayasa jalur butuh waktu dua jam untuk proses pengawalan dari pelabuhan Parepare berjarak 10 kilometer jalur yang dilalui untuk hari pertama pengangkutan tower, selanjutnya baling-baling dan genset,” sambungnya.

Begitupun juga, ada 6 titik yang dijaga dari pengalihan jalan ke Pinrang diantaranya 2 titik di Kecamatan Baranti, dan 2 titik di Kota Rappang dan Kota Pangkajene.

Kemudian jalur utama yang ditutup itu diantaranya jalur jam kota Pangkajene persimpangan 4, jalur pertigaan Lawawoi dan jalan masuk Desa Alitta.

“Total personil yang kita turunkan pengaman jalur 35 orang pengamanan selama dua hari. Masing-masing pengawlaan jalur, pengamanan jalan yang dilalui maupun jalur pengalihan,” katanya.

Untuk itu, diharapkan kerjasama pengguna jalan memahami penutupan jalur utama Translintas Kabupaten atau Provinsi ini.

“Kami harap masyarakat memahami dan tetap tertib menggunakan jalur alternatif melalui kabupaten Pinrang,” tandasnya.

PLTB Sidrap di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) akan menjadi wind farm terbesar di Indonesia. IPP yang mengembangkan PLTB Sidrap adalah International UPC Renewables Indonesia dan PT Binatek Energi Terbarukan. PPA antara PLN dan International UPC Renewables Indonesia sudah diteken pada Agustus 2015.

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan lokasi mana saja yang cocok dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau angin. Namun secara umum ada tiga titik untuk potensi angin yang cukup besar di Indonesia, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan NTT tepatnya di Sumba.

 

Untuk membangun 1 unit PLTB di Indonesia, perlu dana investasi sekitar 2 sampai 2,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 26,6 miliar-Rp 33,25 miliar. Kapasitas listrik yang dihasilkan sekitar 1 MW.

Investor Denmark telah membangun 2 unit PLTB di Sulawesi Selatan. Yang pertama adalah PLTB Jeneponto kapasitas 65 MW dan PLTB Sidrap 70 MW. Independent Power Producer (IPP) pemilik PLTB Jeneponto adalah Equis, nilai investasinya mencapai 150 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,99 triliun . Vestas Wind System dipercaya sebagai kontraktor Engineering Procurement and Construction (EPC) di proyek PLTB Jeneponto.