Harry Potter Penyebab Langkanya Burung Hantu di Indonesia

Editor : Endhy

Harry Potter bersama burung hantunya/harrypotter.wikia.com
Harry Potter bersama burung hantunya/harrypotter.wikia.com

Online24 – Siapa yang tidak kenal dengan Harry Potter. Mengisahkan tentang petualangan seorang penyihir remaja, membuat nama Harry Potter hingga kini sangat terkenal. Namun, popularitas film dan buku Harry Potter berdampak buruk pada populasi burung hantu di Indonesia. Setidaknya itu yang diyakini oleh pakar ilmu hewan dan satwa langka, Vincent Nijman dan Anna Nekaris, dari Oxford Brookes University.

Banyak penggemar Harry Potter ingin memelihara burung hantu.

Burung hantu Harry Potter, Hedwig, memang terlihat lucu dan tampak jinak. Dalam penelitian yang dipublikasikan Global Ecology and Conversation, Nijman dan Nekaris meyakini Hedwig menginspirasi para penggemar Harry Potter untuk memiliki burung hantu sendiri dengan menjadikan spesies langka tersebut sebagai peliharaan.

Dalam riset mereka, Nijman dan Nekaris menemukan penjualan burung hantu secara ilegal meningkat pesat seiring dengan bertambahnya popularitas Harry Potter. Pada 2001, tahun di mana film yang dibintangi Daniel Radcliff tersebut dirilis, hanya beberapa ratus burung hantu yang dijual ilegal di Indonesia.

Lalu, pada 2016, jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari 13.000 ekor. Harganya pun terbilang sangat terjangkau, yakni, mulai Rp 130-an ribu hingga Rp 400 ribu. Burung hantu kini juga semakin banyak ditemui di pasaran. Padahal, menurut Nijman dan Nekaris, sebelum 2001 ada kurang dari 0,1 persen burung hantu yang dijual.

Mereka khawatir ini mempengaruhi spesies burung hantu.

“Popularitas burung hantu di Indonesia sebagai binatang peliharaan meningkat ke level yang bisa mengancam konservasi beberapa dari spesies yang sudah langka ini,” kata Nijman dan Nekaris. Artinya, keduanya khawatir bila penjualan burung hantu secara ilegal terus dibiarkan, maka jumlah mereka di alam liar akan semakin berkurang.

Meski menyetujui pernyataan ini, tapi ada juga yang mempertanyakan korelasi antara Harry Potter dan tingginya permintaan terhadap burung hantu. Keduanya pun berargumen bahwa,”Harry Potter menormalisasi burung hantu sebagai binatang peliharaan.” Salah satu buktinya adalah burung hantu kini lebih dikenal sebagai ‘burung Harry Potter’. (BBC membahas fenomena tersebut pada video berdurasi 2 menit ini).

Keduanya juga menyoroti fakta bahwa pemerintah Indonesia tidak memasukkan burung hantu sebagai spesies yang dilindungi. Burung hantu dijual bebas di sejumlah pasar burung di Jawa dan Bali memang terlihat menarik. Namun, Nijman dan Nekaris meyakinkan bahwa spesies ini rentan mati bila dijauhkan dari habitatnya di alam liar.