Ternak Warga Yang Berkeliaran Akan Ditertibkan, Pemiliknya Dikenakan Denda

Reporter :
Editor : Lucky

Online24, Sinjai – Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sinjai dengan tegas akan menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2015 tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat khususnya penertiban ternak yang berkeliaran.

Kepala Seksi Ketertiban Umum Dinas Satpol PP dan Damkar Sinjai, Jamaluddin, mengatakan bahwa pemilik ternak yang ada di wilayah Sinjai untuk tidak melepaskan ternaknya pada tempat sarana umum.

“Seperti di area perkantoran dan pemukiman dalam kota Kabupaten Sinjai,” ujar Jamaluddin kepada awak media, Sabtu (26/8/2017).

Dia menegaskan bahwa semua pemilik ternak harus taat aturan dan tidak melanggar perda yang telah ditetapkan. Jika tidak, akan ditindaki.

“Kami selaku instansi teknis dalam penegakan Perda sebagaimana tupoksi kami, akan bertindak secara tegas dengan cara menertibkan hewan ternak yang berkeliaran di tempat umum dan akan dikenakan denda administrasi,” katanya.

“Adapun denda administrasi yang diatur pada Pasal 52 dalam Perda yakni untuk ternak kambing dikenakan denda Rp 30.000 per hari dan ternak sapi Rp 50.000 perhari,” sebutnya.

Jamaluddin menambahkan bahwa dengan sanksi administrasi yang diterapkan tentunya masih terbilang murah dan bisa saja warga kurang peduli dengan denda administrasi tersebut. Namun yang perlu diketahui dengan ditetapkannya perda ini, bukan hanya dikenakan berupa denda administrasi namun akan langsung limpahkan ke pihak pengadilan.

“Hal ini akan kami terapkan mengingat sudah terlalu banyak keluhan warga banyaknya hewan ternak yang berkeliaran di dalam kota ataupun di permukiman warga,” tegasnya.

Sementara diketahui, ketika dilimpahkan ke pengadilan maka denda akan dikenakan lebih tinggi. Untuk ternak kambing dikenakan denda sebesar Rp 250,000 sementara untuk ternak sapi dikenakan denda Rp 500.000 sebagimana diatur dalam Pasal 99 Ayat 1 dalam Peraturan Daerah (Perda).(*)