Karya Tiruan Marak, Mahasiswa Se-Indonesia Dekalarasi Anti Plagiasi di UMI

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Deklarasi Antiplagiasi Mahasiswa se Indonesia yang dirangkaikan Penutupan Pimnas Ke 30 UMI 2017, Sabtu (26/8/2017). (Foto: Ade/Online24)
Deklarasi Antiplagiasi Mahasiswa se Indonesia yang dirangkaikan Penutupan Pimnas Ke 30 UMI 2017, Sabtu (26/8/2017). (Foto: Ade/Online24)

Online24, Makassar – Penutupan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke 30 yang diadakan Universitas Muslim Indonesia, yang dirangkaikan dengan Deklarasi Antiplagiasi Mahasiswa se Indonesia, di halamaan Auditorium Al Jibra UMI, Sabtu (26/8/2017).

Dalam sambutannya, Ketua panitia Pimnas ke 30 UMI, Prof. Ahmad Ghani menegaskan, kapada mahasiswa agar lebih teliti mengantisipasi plagiarisme.

“Ironisnya, plagiarisme merupakan tindakan yang tidak baik justru juga terjadi di dunia akademik, dunia dimana orang-orang berpendidikan tinggi berkecimpung yang melakukannya. Contoh kasus plagiat karya ilmiah terjadi pada tahun ini sungguh menampar lantaran terjadi di perguruan tinggi negeri,” tegas Prof Ghani Sabtu, (26/8/2017) malam.

Tidak hanya itu, dalam kurun waktu 7 tahun lalu, kata Ghani, seorang dosen perguruan tinggi swasta pernah ditemukan melalukan plagiat karya ilmiah hingga dirinya harus mengundurkan diri dari perguruan tinggi tempatnya mengabdi.

“Mempertahankan orisinalitas karya ilmiah memang sangat berat, namun ini terkait dengan integritas pembuat karya tersebut.

Ketika karyanya dipublikasikan, di situ pulalah reputasinya dipertaruhkan,” jelasnya.

Dalam deklarasi yang berlangsung di sela penutupan Pimnas ke-30, Sabtu (26/8/2017) malam ini diikuti 1848 Mahasiswa dan 420 Dosen Pendamping serta lebih 200 Pimpinan Perguruan Tinggi dari 89 PTN/PTS yang lolos mengikuti Ajang PIMNAS ke-30 tahun 2017 di Kampus Universitas Muslim Indonesia Makassar, 23-28 Agustus 2017.