Floating School Tampilkan Karya Anak Pulau ke Dalam Pameran

Editor : ifan Ahmad

Pengunjung menyaksikan ejumlah karya foto anak-anak pulau pada Pamrean Sekolah terapung di Alun-alun Pangkajene dan Kepualauan, Sulawesi Selatan. Pameran Sekolah terapung yang menampilkan 7 Karya dibidang kreatif ini merupakan hasil karya anak-anak pulau Sapuli, Satando dan Saugi yang belajar  selama 6 bulan ini menjadi ajang pembuktian anak pulau untuk berkarya.
Pengunjung menyaksikan ejumlah karya foto anak-anak pulau pada Pamrean Sekolah terapung di Alun-alun Pangkajene dan Kepualauan, Sulawesi Selatan. Pameran Sekolah terapung yang menampilkan 7 Karya dibidang kreatif ini merupakan hasil karya anak-anak pulau Sapuli, Satando dan Saugi yang belajar selama 6 bulan ini menjadi ajang pembuktian anak pulau untuk berkarya.

Online24, Pangkep – The Floating School telah menjadi bagian dari kepulauan Indonesia sejak memulai pelayaran perdananya di bulan Januari 2017. Beraktifitas di Kabupaten Pangkep menjadi penghubung pemuda antar pulau. The Floating School layaknya sebuah sekolah yang menjadi tempat pemuda-pemuda kepulauan untuk bermain, berekspresi, berteman, belajar dan juga berkarya.

The Floating School merupakan sekolah terapung dengan 7 kelas kreatif, yaitu kelas menulis, prakarya, menyanyi, menari, fotografi, komputer, dan menggambar. Siswa sekolah terapung ini berasal dari 3 pulau, yakni Pulau Saugi, Pulau Satando, dan Pulau Saugi Desa Mattiro Baji. Sekolah dengan konsep fun learning ini diikuti oleh 70 remaja dengan rentang umur 13–20 tahun. Setelah belajar selama 6 bulan, diadakanlah pameran atas karya-karya siswa The Floating School di Alun-alun Citramas Pangkajene, Minggu (27/8/2017). Pameran ini bertemakan kepulauan dengan judul Pameran Sekolah Terapung.

“Adapun tujuan dari pameran ini, adalah sebagai wadah untuk memberikan ruang apresiasi atas karya-karya yang telah mereka hasilkan. Serta mensosialisasikan program The Floating School kepada masyarakat luas sebagai program pendidikan non-formal untuk daerah kepulauan di Indonesia,” tutur Rahmat, koordinator program The Floating School.

Dalam pameran ini, ada beberapa pertunjukan dari siswa Kelas Menari dan Kelas Musik. Bukan hanya itu, pameran ini juga menunjukkan 100 foto tunggal dan 4 photostory, 60 gambar beragam bentuk dan konsep. Siswa Kelas Menulis memajang manuscript tulisan-tulisan mereka sejak pertama belajar, sekaligus talkshow atas launching buku kumpulan tulisan yang berjudul Suara Anak Pulau. Siswa Kelas Prakarya memperlihatkan kreasi-kreasi dari beragam bahan yang menjadi karya seperti bros-bros dari kerang, celengan dengan hiasan laut, dan lain sebagainya. Dan siswa Kelas Komputer menunjukkan kemampuannya dalam mempresentasikan segala hal tentang Pulau Saugi, Pulau Satando, dan Pulau Sapuli.

Secara keseluruhan, pameran ini menjadi menjadi bukti proses belajar mereka dan juga upaya mereka untuk memperkenalkan pulau dan kehidupannya kepada masayarakat luas, kepada Indonesia. (*)