Tiga Kecamatan Ini Jadi Ladang Besar Oknum Penguasa Fasum Fasos Makassar

Reporter :
Editor : Lucky
Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Makassar, Andi Alham Alang
Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Makassar, Andi Alham Alang

Online24, Makassar – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar yang tergabung dalam Tim Terpadu Penyelamatan Fasum Fasos berhasil mendata tiga kecamatan yang menjadi ladang besar para penguasaan Fasum Fasos. Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Panakukang, Kecamatan Tamalanrea, serta Kecamatan Manggala.

“Sudah diidentifikasi. Jadi Fasum Fasos yang banyak bermasalah itu ada di tiga kecamatan yaitu Panakukang, Tamalanrea, serta Manggala,” ungkap Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Makassar, Andi Alham Alang, Selasa (29/8/2017).

Tiga kecamatan ini, kata Alham, dikualifikasikan berdasarkan data 454 titik Fasum Fasos bermasalah yang menjadi hasil rekomendasi Pansus DPRD Kota Makassar. Kualifikasi ini dilakukan untuk mempermudah penyidik melakukan tindakan pidana ataupun non pidana atas penguasaan fasum tersebut.

Meski demikian, Alham belum mau membeberkan informasi mengenai identitas para penguasa fasum fasos tersebut dengan alasan pendalaman data.

“Ini akan ada rapat konsolidasi dalam waktu dekat, nanti setelah itu baru kita lihat apakah pihak-pihak bermasalah ini punya itikad baik mengembalikan atau tidak. Kalau tidak kita akan proses hukum dan pasti dipublis,” tegasnya

Menambahkan pernyataan Alham, Kepala Kejari Makassar, Dicky Rachmat Raharjo, mengatakan bahwa Fasum Fasos bukanlah persoalan baru di Kota Makassar. Untuk itu penyelesaiannya pun tidak sesederhana membalikkan telapak tangan.

Penyelesaian persoalan ini kata Dia, harus runut dimulai dengan membuat sistemnya terlebih dahulu. Sedangkan pembuatan sistem mengharuskan terbentuknya perangkat kerja. Sementara perangkat kerja terdiri dari struktur-struktur disertai mekanisme kerja.

Adapun Fasum yang dimaksud diantaranya jalan, angkutan umum, saluran air, under pass, halte, alat penerangan umum, trotoar, jalur busway, tempat pembuangan sampah, dan lain sebagainya. Sementara untuk Fasos seperti tempat ibadah, pasar, tempat rekreasi, taman bermain, tempat olahraga, ruang serbaguna, dan sebagainya.

“Jadi pola kerja tim terpadu ini, siapa yang berbuat apa. Kami yang tergabung dalam tim terpadu melaksanakan tugas sesuai tupoksinya. Kan didalamnya ada Jaksa, BPN, serta Dinas terkait di Pemkot Makassar,” pungkas Dicky.

Ia juga membocorkan bahwa alasan ketiga kecamatan yang diduga menjadi ladang besar Penguasan Fasum ini karena letaknya yang strategis dan menjadi pusat kota Makassar.(*)