PSM Sayangkan Aksi Provokasi Berbau SARA Oknum Panpel Arema

Reporter :
Editor : Fahmi
Striker PSM, Pavel Purishkin merayakan golnya ke gawang Arema FC. (Foto: MO PSM Makassar)
Striker PSM, Pavel Purishkin merayakan golnya ke gawang Arema FC. (Foto: MO PSM Makassar)

Online24, Malang – Selain menyoroti keputusan wasit pemimpin laga Arema FC vs PSM, kubu PSM juga menyayangkan aksi provokasi yang dilakukan panitia pelaksana (panpel) tuan rumah di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (30/8/2017) malam.

 

Pelatih kiper PSM, Herman Kadiaman, membeberkan jika salah seorang panpel mendatangi bench tim Juku Eja dan melakukan aksi provokasi berbau Suku, Agama, Ras, dan Agama (SARA).

 

“Dia datangi kami dan mengatakan ‘kalian diam!’. Kita menyebut nama-nama suku disitu. Apa tujuan dia untuk mengganggu kami disitu,” beber Herman usai laga yang berakhir imbang 3-3 sama itu.

 

Bahkan kata Herman yang menggantikan pelatih kepala Robert Rene Alberts yang absen karena sanksi saat jumpa pers usai laga, aksi provokasi tersebut dilancarkan dua kali.

 

“Itu pada saat skor 3-2 dan pada saat skor 3-3, mereka datang lagi mengatakan hal itu. Apa tujuan mereka melakukan itu,” sesal mantan kiper PSM ini.

 

Pada laga tersebut, PSM sempat unggul 3-0 di babak pertama melalui gol Wiljan Pluim (‘7), Ferdinand Sinaga (‘8), dan Pavel Purishkin (’14). Namun, Singo Edan mampu menyamakan kedudukan di babak kedua melalui dua gol Juan Pablo Pino dari eksekusi penalti (’58, ’69) dan Adam Alis (’63).

 

Tambahan satu poin tersebut, hanya mendongkrak PSM satu strip ke posisi ketiga dengan 39, menggeser Persipura dengan poin sama namun kalah head-to-head.

 

Jangan Lewatkan Berita Terbaru lainnya
Ikuti Online24jam.com di social Media Kamu