Brimob Polda Sulsel Back Up Pengamanan Pasca Pilkada Intan Jaya

Editor : Fahmi
Personil Brimob Polda Sulsel dikerahkan untuk membackup pengamanan pasca pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (30/8/2017) malam. (Foto: Vivi/Online24)

Online24, Makassar – Sebanyak 100 personil Brimob Polda Sulsel dikerahkan untuk membackup pengamanan pasca pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (30/8/2017) malam.

 

“Mereka akan berangkat ke Intan Jaya Papua pukul 24.00 wita nanti,” singkat Dansat Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Adeni Muhan Daeng Pabali, usai upacara pelepasan personil di Mako Brimob Polda Sulsel, Jalan Sultan Alauddin.

 

Kedatangan ratusan personil Brimob ke Papua tak lain untuk membackup pengamanan pasca pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Intan Jaya. Sebab hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memenangkan pasangan nomor urut tiga Natalis Tabuni – Yann Robert dinilai cacat hukum oleh sebagian besar masyarakat.

 

Akibat situasi yang semakin memanas, Adeni meminta kepada seluruh jajarannya untuk tetap siaga dalam melakukan pengamanan.

 

“Tingkatkan disiplin baik secara pribadi maupun satuan, bawa nama baik Brimob Polda Sulsel. Kita minta untuk disiplin dalam setiap perintah personil Brimob disana (Papua) agar tidak terjadi miss komunikasi. Kita percaya kalau kalian punya pengalaman yang mumpuni untuk dijadikan contoh,” lanjutnya.

 

“Kita belum tahu sampai kapan mereka disana, tapi jika situasinya terus berkembang kami (Polda Sulsel) sudah siapkan satu kompi untuk membackup,” tutup Adeni.

 

Diketahui ketegangan tersebut bermula saat Natalis Tabuni yang merupakan petahana melayangkan gugatan ke MK atas putusan KPU yang memenangkan pasangan nomor urut 2 Yulius Yapugau – Yunus Kalabetme dengan perolehan suara 33.958 suara, beda tipis dengan penggugat (Natalis Tabuni) yang hanya meraih 31.476 suara.

 

Namun setelah perhitungan suara ulang, pasangan nomor urut dua berada dibawah pasangan urut tiga yaitu sebanyak 34.395 suara. Kemenangan petahana setelah MK melakukan perhitungan suara ulang di tujuh TPS serta perhitungan ulang formulir C1-KWK.