Menpora Akan Lakukan Terobosan Pendanaan Olahraga Melihat Hasil SEA Games 2017 yang Tak Sesuai Target

Editor : Endhy

goal.com
goal.com

Online24, Jakarta – Seiring dengan berakhirnya SEA Games XXIX Tahun 2017 di Kuala Lumpur Malaysia, Menpora menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen indonesia, atlet, pelatih, manajer, CDM, dan offisial tim yang sudah bekerjasama, bahu membahu berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Hal ini disampaikannya saat jumpa pers bersama yang dihadiri wakil Ketua  KOI, Mudai Maddang dan Ketua SATLAK PRIMA, Achmad Soetjipto di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

“Terima kasih kepada seluruh kontingen, dan secara khusus kepada para atlet yang telah berjuang penuh semangat, menjunjung tinggi kejujuran, fairplay , dan sportivitas, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tak terhingga atas dedikasi, pengorbanan dan perjuangan menghadirkan prestasi. Saya memahami sepenuhnya, tak terhitung berapa lama waktu dan tenaga yang sudah dikorbankan untuk terus secara disiplin menempa diri dalam latihan-latihan keras penuh keringat dan air mata untuk mencapai satu keinginan melihat tegaknya merah putih,” ucap Menpora berkaca-kaca.

Dengan target 55 emas dan harapan memperbaiki peringkat SEA Games sebelumnya, pada kenyataannya Indonesia tetap berada di peringkat 5 Asia Tenggara dan hanya mampu mendulang medali 38 emas 63 perak dan 90 perunggu.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas belum tercapainya target kali ini. Sepenuhnya saya bertanggung jawab, sebagai pembantu Presiden tentu akan saya laporkan dan pertanggungjawabkan kepada Presiden dan Saya akan mengawal secara langsung proses pembinaan atlet dan mengevaluasi seluruh stakeholder, unit-unit terkait yang berhubungan dengan prestasi olahraga Indonesia, baik internal Kemenpora, KOI, Satlak PRIMA untuk bersama-sama fokus tugas masing-masing demi keberhasilan prestasi di Asian Games nanti, serta even-even selanjutnya,” tambah Menpora lagi.

Ia menegaskan tentang perlunya terobosan baru sebagai solusi di bidang olahraga terutama terkait pendanaan, “Ketika menggunakan APBN, semua pihak termasuk atlet harus mengikuti aturan dan koridor hukum yang berlaku agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Oleh karena itu, Saya akan mengambil kebijakan berupa terobosan baru, yakni kita punya lembaga pendanaan khusus olahraga, disitu ada partisipasi BUMN dan masyarakat sebagai dana non APBN yang dapat digunakan untuk mendanai atlet-atlet tanpa harus melalui prosedur seperti APBN, diharapkan bisa lebih cepat, karena pendanaan olahraga perlu fleksibilitas yang tinggi,” tambah Menteri asal Bangkalan ini.

Kedepan menurutnya dengan terobosan dalam Pembiayaaan Olahraga, maka pendanaan olahraga tidak hanya bersumber dari APBN, tapi juga melibatkan masyarakat yang lebih luas, dan bentuk donasi lainnya.

Terkait pembinaan atlet, Menpora juga meminta pimpinan cabang olahraga yang ada untuk memaksimalkan fasilitas-fasilitas yang pernah dipakai untuk penyelenggaraan PON untuk memudahkan kontrol terhadap perkembangan atlet itu sendiri, seperti nutrisi, penyediaan logistik dan menciptakan lingkungan keunggulan.

Selain itu, untuk menunjang prestasi juga diperlukan kesempatan mengikuti latihan dan pertandingan yang lebih banyak bagi para atlet. “Untuk persiapan Asian Games nanti, bisa saja atlet Asian Games kita camp kan di luar negeri sepanjang waktu yang ditentukan,” tutupnya.