Dugaan Korupsi Lahan Bandara, PPATK Temukan Aliran Dana ke Mafia Tanah

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Gedung Kejati Sulsel
Gedung Kejati Sulsel

Online24, Makassar – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel terus mendalami aliran dana kasus korupsi dan mark up perluasan lahan bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Kejati telah melakukan permintaan informasi transaksi keuangan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Dalam penelusurannya, PPATK menemukan adanya aliran dana ke mafia tanah yang ada di Sulsel. Wakil ketua PPATK, Dian Ediana Rae, saat dikonfirmasi awak media membenarkan kabar tersebut.

“Benar bahwa ada inquiry atau permintaan informasi dari Kejati mengenai pengadaan tanah untuk perluasan bandara senilai kurang lebih Rp 580 miliar. Dan dari nilai pengadaan tersebut diduga ada yang mengalir ke calo tanah dan lainya,” ujarnya.

Namun pihaknya enggan mengatakan lebih jelas terkait penemuan tersebut.

“Kita sudah sampaikan hasil analisis kita soal kasus tersebut ke Kejati, sebaiknya tanyakan saja kepada Kejati Sulsel bagaimana perkembangannya, ” pungkasnya.

Sementara itu Kasipenkum Kejati Sulsel, Salahuddin, membenarkan bahwa pihaknya meminta PPATK untuk menelusuri dan mengusut aliran dana pembebasan lahan bandara. Namun pihaknya masih belum mau mengungkap identitas mafia tanah yang diduga menerima aliran dana tersebut.

“Kita masih melakukan pendalaman terkait temuan PPATK. Hal ini sifatnya masih tertutup dan rahasia,”ujarnya.

Ia juga enggan membeberkan terlalu jauh, hasil pengembangan yang dilakukan penyidik dalam mengusut sejumlah aliran dana yang mengalir ke berbagai pihak.

Dalam kasus yang merugikan negara Rp 317 miliar tersebut, Kejati Sulsel telah menetapkan sembilan orang tersangka. Salah satu diantaranya sudah menjadi vonis hukuman 7 tahun penjara, dan sisanya masih dalam tahap persidangan.