Perak Tuntut Kejati Usut Dugaan Penyelewengan Dana Umroh Gratis Pemkot Makassar

Reporter :
Editor : Lucky

Ketua DPP Pembela Rakyat (Perak), Adiarsa MJ
Ketua DPP Pembela Rakyat (Perak), Adiarsa MJ

Online24, Makassar – Ketua DPP Pembela Rakyat (Perak), Adiarsa MJ, meminta Kejati Sulsel untuk mengusut pelaksanaan “Umroh Gratis” yang diselenggarakan Pemkot Makassar. Umroh Gratis yang dimaksud Adiarsa adalah umroh yang diundi oleh Pemkot pada saat sholat berjamaah pada bulan Juni 2016 lalu.

“Kegiatan dimulai pada Ramadhan 2016. Peserta bisa diambil dari safari Pemkot di masjid-masjid pada bulan Ramadhan, berupa undian,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tahun 2016 ternyata Umroh Gratis tersebut tidak terealisasi. Bidang Kesra berdalih tidak ada anggaran. Umroh Gratis tersebut juga tak kunjung terealisasi hingga September 2017 ini.

Kali ini, Bidang Kesra Pemkot berdalih tidak ada peserta tender yang lolos verifikasi.

“Kemudian kami melanjutkan investigasi, munculah dugaan jika di tahun 2016 anggaran habis terpakai namun pekerjaan (Umroh Gratis) tidak terealisasi. Begitu juga di tahun 2017 diduga sudah ada pemenang tender namun perusahaan yang dimenangkan tender tidak dapat menyanggupi pekerjaan tersebut akhirnya batal atau gugur,” imbuhnya.

Ia mengatakan, saat itu juga pihaknya kembali melakukan kroscek ke Kabag Kesra. “Saat kami kroscek kembali ke Kabag Kesra, dia keceplosan bahwa salah satu yang tidak bisa dipenuhi perusahaan travel adalah pengurusan visa,” ungkap Adiarsa.

Pihaknya merasa heran dengan jawaban Kabag Kesra. Pasalnya, anggaran untuk setiap peserta sudah cukup yakni di atas Rp 25 juta per orang.

“Kami menduga dana Umrah Gratis dari tahun 2016 sampai 2017 cacat administrasi. Kami juga menduga pekerjaan ini sudah dilaksanakan dengan pelaporan yang kegiatannya fiktif,” katanya.

Pihaknya juga meminta Walikota Makassar untuk serius menyikapi hal ini. Apalagi kegiatan pekerjakan ini bernilai ibadah. Ia mengatakan jangan sampai para kecewa dengan janji-janji yang tidak terealisasi, dan jangan sampai timbul persepsi masyarakat merasa ditipu Walikotanya.

“Seperti salah satu peserta yang berinisial MB. Dia bilang kalau dirinya sudah kecewa dengan janji-janji Pemkot yang tak kunjung terealisasi,” pungkasnya.(*)