Sebanyak 921 Wisudawan Universitas Hasanuddin Dikukuhkan

Reporter :
Editor : Lucky

Wisuda Unhas (foto: Humas Unhas)
Wisuda Unhas (foto: Humas Unhas)

Online24, Makassar – Sebanyak 921 wisudawan Universitas Hasanuddin yang terdiri dari Program Magister, Doktor, Profesi, dan Spesialis dikukuhkan Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, di Baruga AP Pettarani, Rabu (6/9/2017).

“Program Doktor sebanyak 68 wisudawan, Program Magister 504 wisudawan, Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) 58 wisudawan, Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) 4 wisudawan, Program Profesi 287 wisudawan,” ucap Kepala Unit Humas dan Protokol Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman.

Sementara itu, katanya, untuk wisudawan terbaik dari semua program studi diraih Nur Akifah Janur dari Program Magister Ilmu Hukum-Fakultas Hukum dengan IPK 3,99. “Nur Akifah Janur menyelesaikan pendidikannya selama 1 tahun dan 8 bulan,” ucap Ishaq.

“Selain itu, Sultan Akbar Toruntju merupakan wisudawan terbaik Program Doktor-Fakultas Kedokteran dengan IPK 3,86 dan John Kurniawan Rantepadang dari Program Spesialis Ilmu Radiologi-Fakultas Kedokteran dengan IPK 3,87,” tambahIshaq.

Tidak hanya itu, Wisudawan terbaik Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis-Fakultas Kedokteran Gigi, Spesialis Periodontologi adalah Misnova dengan IPK 3,91. Ia menyelesaikan kuliah 2 tahun dan 6 bulan.

Muhammad Alif Bin Ahmad menjadi wisudawan terbaik Program Profesi Dokter (profesi Dokter)-Fakultas Kedokteran dengan IPK 3,95. Ia menempuh pendidikan selama 2 tahun dan 3 bulan.

Sementara, Andi Sri Permatasari menjadi wisudawan Program Profesi Dokter Gigi-dari Fakultas Kedokteran Gigi dengan IPK 3,75 dan menyelesaika kuliahnya selama 2 tahun dan 5 bulan.

Adapun Taufiq Ashari sebagai wisudawan teraik Program Profesi Apoteker-Fakultas Farmasi yang meraih IPK 3,97 dengan masa studi 1 tahun.

Sementara itu, dalam prosesi wisuda ini, turut dihadiri Menteri Pertanian Republik Indonesia, Prof Amran Sulaiman, untuk memberikan orasi ilmiahnya. Dalam orasinya, Mentan Prof Amran mengatakan bahwa peningkatan pertumbuhan bidang pangan saat ini mampu diukur dari bidang pertahanan Indonesia saat ini.

“Sudah 72 tahun Indonesia merdeka, namun bisa kita lihat sekarang pertahanan Indonesia bisa kita lihat dari pertumbuhan pangan dalam negeri kita,” ungkapnya.(*)